Inter dan Milan Rajai Sponsor Jersey Serie A, Juventus Menyusul

Persaingan di Serie A ternyata tidak hanya terjadi di atas lapangan, tetapi juga dalam urusan komersial.

Sponsor utama di bagian depan jersey kini menjadi indikator penting kekuatan finansial klub, dan musim ini, Inter Milan serta AC Milan berada di puncak.

Inter dan Milan Teratas: 30 Juta Euro per Musim

Menurut laporan dari La Gazzetta dello Sport, Inter Milan dan AC Milan sama-sama menempati posisi puncak dalam hal pemasukan dari sponsor utama di jersey, menegaskan dominasi komersial kedua klub asal Milano tersebut.

  • Inter mengantongi sekitar 30 juta euro per musim dari Betsson
  • Milan juga mendapatkan angka serupa dari Emirates

Angka ini menegaskan dominasi dua klub asal kota Milano dalam aspek komersial, sejalan dengan popularitas global dan performa mereka dalam beberapa musim terakhir.

Juventus dan Napoli di Barisan Kedua

Di posisi berikutnya, Juventus masih menjadi pesaing kuat meski belum menyamai duo Milan.

  • Juventus menerima sekitar 19 juta euro musim ini, dan akan naik menjadi 23 juta euro per musim hingga 2028 dari Jeep
  • Sementara itu, Napoli memperoleh sekitar 9 juta euro dari MSC Crociere

Perbedaan angka ini menunjukkan gap komersial yang masih cukup lebar antara klub papan atas.

Sponsor “Keluarga”: Strategi Internal Klub

Menariknya, beberapa klub Serie A juga mengandalkan sponsor dari perusahaan yang masih berada dalam satu grup kepemilikan.

  • Fiorentina didukung oleh Mediacom milik keluarga Commisso dengan nilai sekitar 25 juta euro per tahun
  • Sassuolo mendapatkan 18 juta euro dari Mapei
  • Cremonese menggunakan beberapa brand dari grup Arvedi Group seperti Itainox dan Arinox

Strategi ini menunjukkan bagaimana stabilitas finansial juga bisa dibangun dari internal, bukan hanya dari sponsor eksternal.

Lazio Jadi Pengecualian

Dari total 20 klub Serie A, hanya Lazio yang belum memiliki sponsor utama di bagian depan jersey. Hal ini menjadikannya satu-satunya tim dengan slot kosong, situasi yang cukup jarang di era sepak bola modern.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*