Inter 0-1 Liverpool: VAR Jadi Pahlawan Sekaligus “Penjahat” di San Siro

Drama, kontroversi, dan akhir yang menyakitkan. Itulah rangkuman duel panas Inter Milan vs Liverpool di Stadion San Siro, yang berakhir dengan kekalahan 0-1 bagi Nerazzurri pada matchday 6 league Phase Liga Champions 2025-26.

VAR tampil sebagai tokoh sentral: menyelamatkan Inter dengan menganulir gol Liverpool, namun pada akhirnya “menghukum” mereka lewat penalti telat Dominik Szoboszlai menit ke-88.

Hasil ini terasa perih bagi Inter Milan, bukan hanya karena tumbang di kandang, tetapi karena jalan cerita pertandingan yang dipenuhi insiden cedera, keberuntungan tipis, hingga keputusan wasit yang meninggalkan tanda tanya.

Cedera Calhanoglu dan Acerbi: Awal Buruk untuk Inter

Kejadian buruk langsung menimpa tim asuhan Cristian Chivu. Hakan Calhanoglu hanya bertahan 11 menit, terpaksa keluar akibat masalah otot aduktor dan digantikan oleh Piotr Zielinski.

Kondisi semakin memburuk saat Francesco Acerbi juga harus keluar setelah mengalami cedera saat mengejar Hugo Ekitike, membuat Inter kehilangan dua pemain kunci sebelum babak pertama usai.

Masuknya Yann Bisseck sedikit memberikan energi baru, tetapi jelas mengganggu stabilitas tim.

VAR Anulir Gol Liverpool

Liverpool sempat merayakan gol lewat sundulan Ibrahima Konaté, memanfaatkan bola hasil duel van Dijk dari sepak pojok Szoboszlai. Namun, pesta itu dibatalkan setelah VAR menemukan handball dari Hugo Ekitike dalam proses terjadinya gol.

Keputusan ini memberi nafas lega bagi Inter, sekaligus menunjukkan bagaimana VAR menjadi pahlawan bagi tuan rumah, setidaknya pada babak pertama.

Sommer Menjadi Penjaga Harapan

Inter sebenarnya tampil cukup disiplin, meski tampil tanpa Dumfries dan Darmian. Di sisi lain, Liverpool mencoba memanfaatkan momentum psikologis setelah skandal internal yang membuat Mohamed Salah ditinggal di Inggris bersama beberapa pemain lain.

Yann Sommer tampil luar biasa dengan serangkaian penyelamatan krusial pada tembakan Curtis Jones, Ryan Gravenberch, Hugo Ekitike, dan upaya berbahaya lainnya.

Sementara itu, peluang terbaik Inter lahir dari sundulan tipis Lautaro Martinez yang memaksa Alisson Becker melakukan penyelamatan brilian.

Drama Akhir: VAR Berbalik Menghukum Inter

Saat laga terlihat akan berakhir imbang, VAR kembali memanggil wasit di menit-menit akhir.

Kali ini, momen krusial terjadi ketika Florian Wirtz terjatuh setelah terjadi tarikan ringan dari Alessandro Bastoni.

Meski kontak terlihat minimal dan Wirtz tampak melebih-lebihkan reaksinya, wasit tetap menunjuk titik putih.

Dengan kekuatan penuh, Dominik Szoboszlai menghantam bola ke sudut atas gawang, tak memberi Sommer kesempatan.

Gol telat ini menjadi pukulan telak bagi Inter dan sebaliknya menjadi penyelamat bagi Liverpool yang datang ke Milan dalam kondisi penuh tekanan.

Susunan Pemain

INTER (3-5-2): 1 Sommer; 25 Akanji, 15 Acerbi (31 Bisseck 31′), 95 Bastoni; 11 Luis Henrique, 23 Barella, 20 Calhanoglu (7 Zielinski 11′), 22 Mkhitaryan (8 Sucic 82′), 32 Dimarco (30 Carlos Augusto 82′); 9 Thuram (14 Bonny 82′), 10 Lautaro.

Platih: Cristian Chivu.

LIVERPOOL (4-3-3): 1 Alisson; 2 Gomez (12 Bradley 68′), 5 Konaté, 4 Van Dijk, 26 Robertson; 8 Szoboszlai, 38 Gravenberch, 10 Mac Allister; 17 Jones, 9 Isak (7 Wirtz 68′), 22 Ekitike.

Pelatih: Arne Slot.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*