Hanya Cetak 1 Gol Dalam 12 Laga, Thuram Hadapi Masa Sulit di Inter Milan

Striker Inter Milan, Marcus Thuram tengah menuai kritik setelah Nerazzurri tersingkir lebih awal dari Liga Champions 2025-26.

Secara angka, musimnya tak bisa disebut buruk. Namun grafik performa Thuram yang naik-turun memicu pertanyaan besar: apakah statusnya sebagai starter utama masih aman?

Statistik Tak Buruk, Tapi Kurang Konsisten

Jika melihat data, kontribusi Thuram masih tergolong solid:

  • 7 gol di Serie A
  • 2 gol di Liga Champions
  • 2 gol di Coppa Italia
  • 1 gol di Supercoppa
  • Total 12 gol dan 5 assist dalam 32 pertandingan

Masalahnya bukan pada jumlah, melainkan pada konsistensi. Dalam 12 laga terakhir Inter di semua kompetisi, Thuram hanya mencetak satu gol, itupun saat kemenangan telak 5-0 atas Sassuolo.

Di pertandingan-pertandingan krusial, ketajamannya meredup. Ia terlihat kurang tajam di depan gawang, fisik tak seprima awal musim, dan beberapa kali tampak kehilangan fokus dalam pengambilan keputusan.

Pola Lama Terulang

Situasi ini bukan hal baru. Musim lalu, Thuram juga mengalami pola serupa: start eksplosif, lalu periode panjang tanpa kontribusi signifikan.

Ia sempat mencetak 7 gol dalam 7 laga awal Serie A, sebuah awal yang membuatnya dielu-elukan sebagai salah satu rekrutan terbaik Inter. Namun setelah Desember, produktivitasnya merosot drastis.

Dalam rentang hampir enam bulan, ia hanya mencetak dua gol di liga.

Musim ini pun berjalan dengan pola mirip:

  • Debut dengan dua gol
  • Assist di pekan kedua
  • Gol penting melawan Juventus
  • Brace di Liga Champions

Lalu cedera otot datang mengganggu ritme. Setelah sempat bangkit dengan 4 gol di Serie A dan 2 di Coppa Italia antara Desember–Januari, kini grafiknya kembali menurun.

Tekanan Internal: Pio Esposito Mengancam

Yang membuat situasi makin rumit, pelatih Inter mulai menunjukkan fleksibilitas dalam pilihan lini depan. Nama Francesco Pio Esposito mulai sering mendapat kesempatan.

Beberapa kali, pelatih bahkan lebih memilih Pio Esposito ketimbang Thuram. Jika bukan karena cedera yang dialami Lautaro Martinez, bukan tak mungkin Thuram lebih sering duduk di bangku cadangan.

Persaingan internal kini nyata. Status “untouchable” yang sempat melekat padanya mulai goyah.

Titik Balik atau Awal Penurunan?

Musim masih menyisakan waktu untuk membalikkan narasi. Thuram pernah membuktikan dirinya mampu tampil eksplosif dan menentukan laga besar.

Kini pertanyaannya sederhana: Apakah ia mampu menemukan kembali konsistensi yang hilang, atau Inter akan mulai mencari alternatif permanen di lini depan?

Yang jelas, periode ini akan sangat menentukan masa depan dan statusnya di Giuseppe Meazza.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*