Gol Perdana di Liga Champions Jadi Momen Tak Terlupakan Bagi Pio Esposito

Penyerang muda Inter Milan, Francesco Pio Esposito mencicipi momen magis di Liga Champions.

Gol pertamanya di kompetisi elite Eropa itu menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier sang wonderkid Italia, yang kini mulai menapaki panggung besar bersama Nerazzurri.

Berbicara kepada UEFA TV Magazine via FCInter1908, Pio Esposito mengakui bahwa gol tersebut menghadirkan perasaan spesial yang sulit ia lupakan.

Bagi pemain berusia 20 tahun, momen itu bukan sekadar soal mencetak gol, melainkan bukti kepercayaan yang ia terima sejak awal musim.

Kepercayaan Penuh Cristian Chivu

Sejak ditunjuk sebagai pelatih Inter Milan, Cristian Chivu langsung menunjukkan keyakinannya kepada Pio Esposito. Meski minim pengalaman di level tertinggi, sang penyerang muda tetap dipertahankan di San Siro.

Keputusan itu bahkan membuat Inter menolak sejumlah tawaran besar pada bursa transfer musim panas lalu, termasuk proposal fantastis €40 juta dari Napoli. Pilihan tersebut kini mulai terlihat tepat.

Meski baru mengoleksi empat gol dari 25 penampilan, kontribusi Pio Esposito jauh melampaui angka statistik. Ia menjadi bagian penting dalam dinamika serangan Inter, berkat kerja keras, mobilitas, dan kecerdasan membaca permainan.

Gol Eropa Pertama yang Sarat Emosi

Esposito mencetak gol debutnya di Liga Champions saat Inter menghancurkan Royale Union Saint-Gilloise 4-0 pada Oktober lalu. Ia mengungkapkan bahwa momen tersebut datang setelah situasi yang tidak mudah.

“Itu perasaan yang sangat spesial. Beberapa menit sebelumnya saya sempat melewatkan peluang mudah dan merasa sedikit gugup,” ujar Esposito.

Namun, mentalitas pantang menyerah menjadi kunci. Ia juga memberikan kredit kepada rekan setimnya, Bonny, yang memberikan assist krusial.

“Namun, saya tidak menyerah, dan di momen itu saya harus berterima kasih lagi kepada Bonny. Dia melihat posisi saya dan mengirimkan bola yang tepat,”

Peran Chivu di Balik Kedewasaan Esposito

Tak lupa, Esposito mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Cristian Chivu, sosok yang sudah ia kenal sejak usia belia.

“Nasihat terbaik yang saya terima baru-baru ini datang dari Chivu. Dia bilang agar saya tidak terlalu banyak berpikir,”

Menariknya, hubungan mereka sudah terjalin lama. Chivu pernah melatih Esposito saat masih memperkuat Inter U-14, sebuah fakta yang memperkuat ikatan emosional di antara keduanya.

Makna Nomor 94 yang Penuh Identitas

Esposito juga menjelaskan alasan memilih nomor punggung 94, angka yang sarat makna personal.

“Nomor 94 berkaitan dengan lingkungan tempat saya lahir, Rione Cicerone. Di pintu masuk kawasan itu ada mural bertuliskan ‘Cicero 94’. Itu simbol daerah kami.”

Pilihan nomor tersebut menjadi representasi identitas, akar, dan kebanggaan sang pemain muda.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*