Giuseppe Pastore Bela Pio Esposito: “Jarang Cetak Gol, tapi Punya Kualitas Langka di Inter Milan”

Nama Francesco Pio Esposito mungkin belum identik dengan torehan gol di Inter Milan musim ini.

Namun, di balik statistik yang tampak biasa, striker muda Nerazzurri itu justru menunjukkan kualitas penting yang tak selalu terlihat di papan skor. Hal inilah yang disorot jurnalis kenamaan Italia, Giuseppe Pastore.

Dalam program Fontana di Trevi, Pastore membedah kontribusi Pio Esposito, terutama setelah sang penyerang mencatatkan assist krusial untuk Lautaro Martinez, sekaligus menjelaskan alasan mengapa ia belum produktif mencetak gol.

Kontribusi Pio Esposito Lebih dari Sekadar Gol

Menurut Giuseppe Pastore, nilai terbesar dari Pio Esposito terletak pada kesiapannya saat masuk ke permainan.

Meski kerap dimainkan sebagai pemain pengganti, Pio Esposito dinilai mampu langsung memberi dampak.

“Hal terbaik dari Esposito adalah kecepatan adaptasinya saat masuk ke lapangan. Bola memantul ke arahnya, dia mampu mengontrolnya dan mengubahnya menjadi sebuah assist,” ujar Pastore.

Analisis ini menegaskan bahwa Esposito bukan sekadar penyerang yang menunggu peluang, melainkan pemain yang aktif terlibat dalam alur permainan tim.

Bukan Tipe Finisher Murni, tapi Punya Mentalitas Inter

Pastore mengakui bahwa Esposito belum menunjukkan insting pembunuh sebagai predator kotak penalti. Namun, hal itu bukan kelemahan mutlak, justru sebaliknya.

Ia menilai sikap dan mentalitas Esposito sudah mencerminkan standar Inter Milan.

“Dia memang tidak menonjol sebagai pencetak gol, tapi dari segi sikap, dia sudah berada di level Inter,”

Menariknya, Esposito bahkan dianggap terlalu tidak egois. Dalam konteks klub besar seperti Inter, seorang pemain yang hanya bermain 15–20 menit justru dituntut untuk memahami kolektivitas, bukan sekadar mengejar gol pribadi.

“Bahkan terlihat seperti terlalu serius menerapkannya. Untuk bermain di Inter dan hanya mendapat 20 menit, kamu tidak boleh terlalu egois, dan dia juga tidak terlalu memikirkan dirinya sendiri,”

Fokus Belajar dan Kerja Kotor Jadi Alasan Minim Gol

Salah satu poin terpenting yang disampaikan Pastore adalah alasan utama minimnya gol Esposito. Bukan karena kualitasnya kurang, melainkan karena fokusnya saat ini berbeda.

“Dia mencetak sedikit gol karena sedang fokus belajar: kerja kotor, pergerakan tanpa bola, dan semua detail pendukung permainan,”

Bagi pemain muda, terutama di klub sebesar Inter, proses adaptasi tak hanya soal mencetak gol, tetapi juga memahami sistem, peran, dan tuntutan taktis.

Gol Akan Datang, Fondasi Sudah Terbentuk

Pastore optimistis bahwa soal gol hanyalah masalah waktu. Ketika fondasi permainan dan pemahaman taktik sudah matang, produktivitas akan mengikuti dengan sendirinya.

“Kita tahu gol-gol itu akan datang. Yang penting sekarang adalah dia belajar melakukan semua hal lainnya.”

Pandangan ini sejalan dengan filosofi pengembangan pemain muda di klub elite: membentuk pemain komplet, bukan hanya mesin gol instan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*