Gelandang Parma, Mandela Keita, mengungkap kisah penting di balik perkembangan pesat kariernya dalam sebuah wawancara bersama Tuttomercatoweb.
Pemain asal Belgia itu secara khusus menyoroti peran mantan pelatihnya, Cristian Chivu, yang kini menukangi Inter Milan, sebagai sosok kunci yang membantunya tumbuh dan menemukan kepercayaan diri di level tertinggi.
Keita pernah bekerja di bawah arahan Chivu pada musim lalu di Emilia, dan pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam dalam perjalanan profesionalnya.
Awal Sulit, Kepercayaan yang Mengubah Segalanya
Keita tak menampik bahwa awal petualangannya bersama Parma berjalan berat.
Debutnya bahkan diwarnai dengan dua kartu kuning dan kartu merah, momen yang bisa saja menghancurkan mental pemain muda.
“Terima kasih kepada Parma yang sudah percaya kepada saya. Laga pertama saya sangat sulit, saya mendapat kartu kuning dan kartu merah di debut. Tapi dengan kerja keras setiap hari, bantuan klub dan rekan setim, semuanya perlahan membaik,” ujar Keita.
Namun, titik balik sebenarnya datang saat Cristian Chivu mengambil alih tim. Di situlah Keita merasa mulai berkembang secara signifikan, baik secara teknis maupun mental.
Chivu, Sosok Pelatih yang Memberi Keyakinan
Menurut Keita, Chivu bukan hanya pelatih biasa. Ia adalah figur yang mampu membangun kepercayaan diri pemainnya, terutama mereka yang masih dalam proses belajar.
“Chivu memberi saya banyak hal. Pecchia juga percaya pada saya, tapi situasinya berbeda. Saat Chivu datang, dia memberi saya kepercayaan penuh dan banyak nasihat,” lanjut Keita.
Salah satu pesan yang paling diingat Keita adalah dorongan untuk selalu percaya pada diri sendiri dan fokus pada detail kecil.
“Dia selalu bilang agar saya percaya pada diri sendiri dan bekerja pada hal-hal kecil. Dari situ saya benar-benar berkembang.”

Leave a Reply