Gazzetta Sebut Dimarco Seperti Monster, Terlibat dalam 6 Gol Inter Milan Saat Libas Pisa

Federico Dimarco kembali membuktikan statusnya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di skuad Inter Milan musim ini.

Masuk dari bangku cadangan saat Nerazzurri tertinggal Dua gol, bek sayap kiri bernomor punggung 32 itu langsung mengubah wajah permainan dan menjadi motor kebangkitan Inter dalam kemenangan spektakuler 6-2 atas Pisa di San Siro.

Tak berlebihan jika La Gazzetta dello Sport menyebut performa Dimarco sebagai “monster”. Pasalnya, Dimarco terlibat dalam seluruh Enam gol Inter ke gawang Pisa, sebuah kontribusi luar biasa yang jarang terjadi, bahkan di level tertinggi sepak bola Eropa.

Dimarco Masuk, Inter Langsung Naik Gigi

Masuk menggantikan Luis Henrique pada menit ke-34, Dimarco seolah menekan tombol turbo permainan Inter Milan.

Intensitas, kualitas umpan, hingga keberanian dalam mengambil risiko langsung terasa.

Pergerakan agresifnya di sisi kiri membuat pertahanan Pisa goyah dan membuka ruang bagi rekan-rekannya.

Inter Milan yang sebelumnya terlihat terburu-buru dan kehilangan arah, mendadak tampil lebih rapi dan tajam. Dimarco bukan hanya memberi energi baru, tetapi juga menghadirkan solusi konkret di momen krusial.

Statistik Gila: Terlibat di 6 Gol

Gazzetta dello Sport merangkum performa Dimarco dengan kalimat yang mencerminkan betapa dominannya sang pemain:

“Performa Federico Dimarco benar-benar monster. Sang wing-back kiri ikut ambil bagian dalam semua (Enam gol Inter): mencetak Satu gol, menyumbang Dua assist, dan terlibat dalam Tiga proses gol lainnya. Luar biasa.” Tulis Gazzetta.

Satu gol dicetak lewat tendangan voli spektakuler, dua assist ia sumbangkan untuk rekan setim, sementara tiga gol lainnya lahir dari rangkaian aksi, pergerakan, dan umpan awal yang berawal dari kakinya. Dimarco benar-benar menjadi pusat gravitasi serangan Inter.

Lebih dari Sekadar Bek Sayap

Penampilan kontra Pisa menegaskan bahwa Dimarco bukan sekadar bek kiri. Ia adalah playmaker sisi lapangan, pemecah kebuntuan, sekaligus pemimpin emosional di atas lapangan.

Keberaniannya menusuk ke area berbahaya dan kualitas kaki kirinya menjadi senjata utama Inter saat membutuhkan perubahan ritme.

Tak heran jika kehadirannya langsung mengangkat level permainan rekan-rekannya, mulai dari Lautaro Martinez hingga Pio Esposito.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*