Gagal Total di Liga Champions, Chivu Siapkan Penebusan Lewat Scudetto dan Coppa Italia

Kegagalan di Liga Champions menjadi noda awal dalam perjalanan kepelatihan Cristian Chivu bersama Inter Milan.

Namun, alih-alih terpuruk, pelatih 45 tahun itu justru menjadikan momen pahit tersebut sebagai bahan bakar untuk memburu dua target besar: Scudetto dan juara Coppa Italia.

Menurut laporan Tuttosport via FCInterNews, Chivu bertekad menebus “malu” tersingkir lebih awal dari Liga Champions dengan menghadirkan gelar ganda domestik ke Giuseppe Meazza.

Tersingkir dari Liga Champions: Titik Balik Musim Inter

Langkah Inter di Liga Champions musim ini terhenti secara mengejutkan oleh Bodo/Glimt di babak playoff. Kekalahan tersebut memastikan Nerazzurri gagal mencapai babak 16 besar untuk pertama kalinya sejak musim 2020/21.

Bagi klub sebesar Inter, hasil itu jelas menyakitkan. Apalagi ekspektasi publik tinggi setelah beberapa musim terakhir mereka konsisten bersaing di level Eropa.

Namun, Chivu tak ingin terlalu lama menoleh ke belakang.

Fokus kini sepenuhnya tertuju pada dua kompetisi domestik yang masih sangat realistis untuk dimenangkan.

Scudetto ke-21 Sudah di Depan Mata

Di ajang Serie A, Inter berada di posisi terdepan dalam perebutan gelar Scudetto. Dengan keunggulan 10 poin atas rival sekota AC Milan di puncak, peluang mengangkat Scudetto ke-21 terbuka sangat lebar.

Dengan hanya 12 laga tersisa, Rossoneri butuh keajaiban untuk mengejar defisit tersebut. Konsistensi Inter sepanjang musim menjadi kunci utama, terutama dalam laga-laga melawan tim papan tengah dan bawah.

Bagi Chivu, meraih Scudetto di musim debutnya akan menjadi pernyataan kuat bahwa proyeknya berada di jalur yang tepat—terlepas dari kegagalan di Eropa.

Coppa Italia: Peluang Raih Double Winner

Selain Serie A, Inter juga masih berpeluang besar di Coppa Italia. Mereka dijadwalkan menghadapi Como di babak semifinal.

Sudah 16 tahun sejak terakhir kali Inter meraih gelar ganda domestik. Momentum musim ini terasa ideal untuk mengakhiri penantian tersebut.

Jika mampu menuntaskan misi ini, Chivu tidak hanya menghapus kekecewaan Liga Champions, tetapi juga menorehkan tinta emas dalam sejarah klub.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*