Performa Davide Frattesi bersama Inter Milan musim ini menjadi sorotan tajam media Italia. Gelandang timnas Italia tersebut dinilai gagal memberikan dampak signifikan, bahkan statistiknya dalam derby terbaru dianggap sangat mengecewakan.
Media ternama Italia, La Gazzetta dello Sport bahkan menyebut bahwa kini tidak lagi terlalu dini untuk menilai Frattesi sebagai “taruhan yang gagal” pada musim ini.
Situasi ini pun memunculkan spekulasi kuat bahwa perpisahan antara Frattesi dan Inter bisa terjadi pada bursa transfer musim panas mendatang.
Awal Musim yang Penuh Harapan
Ketika musim dimulai, ekspektasi terhadap Frattesi sebenarnya cukup tinggi. Kedatangan pelatih baru Cristian Chivu sempat dianggap sebagai kesempatan emas bagi sang gelandang untuk menemukan kembali performa terbaiknya.
Secara taktik, ide permainan Chivu pada awalnya dinilai cocok dengan karakter Frattesi, yang dikenal sebagai gelandang box-to-box dengan kemampuan melakukan late run ke kotak penalti.
Namun kenyataannya, musim ini berjalan jauh dari harapan bagi pemain kelahiran 1999 tersebut.
Statistik Pahit di Derby
Kritik terhadap Frattesi semakin menguat setelah penampilannya di derby melawan AC Milan. Dalam laga tersebut, statistiknya sangat minim dan menjadi simbol dari musim yang sulit baginya.
Dalam 27 menit bermain, Frattesi hanya mencatatkan:
- 2 sentuhan bola
- 0 operan
- 0 dribel
- 1 duel perebutan bola
Statistik tersebut menggambarkan betapa minimnya kontribusi sang gelandang dalam pertandingan besar tersebut.
Menurut La Gazzetta dello Sport, angka-angka itu memang tidak sepenuhnya mencerminkan kualitas sebenarnya dari Frattesi, tetapi tetap menjadi potret jelas dari periode sulit yang sedang ia alami.
Dari “Super Sub” Jadi Pemain yang Kehilangan Dampak
Ironisnya, Frattesi sebelumnya dikenal sebagai pemain yang sering menjadi pahlawan dari bangku cadangan.
Musim lalu ia kerap masuk sebagai pemain pengganti dan langsung memberikan dampak melalui kemampuan menyerang dari lini kedua. Bahkan beberapa klub besar Eropa pernah merasakan langsung bahayanya.
Gol penting Frattesi tercatat pernah tercipta saat melawan:
- Bayern Munich di Allianz Arena
- Barcelona di San Siro
Selain itu, ia juga beberapa kali mencetak gol krusial di kompetisi domestik.
Namun musim ini, kontribusinya menurun drastis.
Angka Musim Ini Terlalu Minim
Jika melihat statistik sepanjang musim, penurunan performa Frattesi terlihat sangat jelas.
Di semua kompetisi, ia hanya mencatatkan:
- 0 gol dan 0 assist dalam 16 pertandingan Serie A
- 1 assist di Liga Champions
- 2 assist di Coppa Italia
Bagi seorang gelandang yang sebelumnya dikenal produktif, angka tersebut jelas jauh dari ekspektasi.
Akibatnya, Frattesi semakin kesulitan menembus pilihan utama dalam skema permainan Chivu di Inter.
Perpisahan di Musim Panas?
Spekulasi mengenai masa depan Frattesi pun semakin kuat. Dalam dua bursa transfer terakhir, namanya beberapa kali dikabarkan hampir meninggalkan Inter.
Kini, dengan performa yang belum membaik dan posisi yang semakin tersisih, banyak pihak meyakini perpisahan pada musim panas nanti hampir tak terhindarkan.
Jika benar terjadi, hubungan antara Frattesi dan Inter kemungkinan akan berakhir dengan perasaan campur aduk, antara penyesalan dan harapan yang tak sepenuhnya terwujud.

Leave a Reply