Bursa transfer musim dingin 2026 bakal memanaskan masa depan Davide Frattesi.
Gelandang Inter Milan itu kini menjadi pusat perhatian setelah muncul tawaran mengejutkan dari raksasa Turki, Fenerbahce, yang siap menantang Juventus dan Napoli dalam perburuan tanda tangan sang pemain.
Situasi Frattesi di Inter memang sedang berada di persimpangan. Sejak awal musim, pemain kelahiran Roma tersebut kesulitan mendapatkan menit bermain reguler, sebuah kondisi yang bahkan telah diakui secara terbuka oleh pelatih Inter, Cristian Chivu, dalam beberapa konferensi pers terakhir.
Dengan jendela transfer Januari yang telah dibuka, peluang Frattesi meninggalkan San Siro kini terbuka lebar.
Juventus dan Napoli Mengintai, Tapi Fenerbahce Datang dengan Tawaran Besar
Juventus sudah lama memantau Frattesi. Ketertarikan Bianconeri tak lepas dari kekaguman Luciano Spalletti, yang dikenal sebagai pengagum gaya bermain sang gelandang: dinamis, agresif, dan produktif dalam mencetak gol dari lini kedua.
Di sisi lain, Napoli juga terus mengamati situasi Frattesi. Klub asal Naples itu melihatnya sebagai profil ideal untuk memperkuat lini tengah, terutama dalam hal intensitas dan penetrasi ke kotak penalti.
Namun, di tengah persaingan dua klub Serie A tersebut, Fenerbahce justru muncul sebagai kandidat terdepan.
Menurut laporan Eurosport, Fenerbahce siap mengajukan tawaran besar hingga 40 juta euro demi memboyong Frattesi dari Inter.
Angka tersebut jelas menggiurkan dan berpotensi memberi ruang finansial besar bagi Nerazzurri untuk memperkuat beberapa sektor sekaligus.
Inter Diuntungkan, Tapi Frattesi Belum Yakin Hijrah ke Turki
Dari sudut pandang Inter, tawaran Fenerbahce bisa menjadi peluang strategis. Dengan valuasi Frattesi di kisaran 30–35 juta euro, angka 40 juta jelas berada di atas ekspektasi pasar dan memungkinkan Inter melakukan manuver penting di bursa transfer tanpa mencatatkan minusvalenza.
Namun, transfer ini masih jauh dari kata mudah.
Menurut laporan SportMediaset, Frattesi belum sepenuhnya yakin untuk melanjutkan karier di Turki pada tahap ini. Prioritas sang gelandang adalah tetap bermain di Italia, di mana ia merasa peluang mendapatkan menit bermain reguler lebih besar—faktor krusial demi menjaga posisinya dalam persaingan menuju Piala Dunia 2026.
Bagi Frattesi, kontinuitas bermain dan visibilitas di Serie A masih menjadi pertimbangan utama dibanding tawaran finansial semata.
Jika Frattesi tetap bersikeras bertahan di Italia, Juventus dan Napoli masih memiliki peluang besar.
Namun jika Fenerbahce mampu meyakinkannya dengan proyek ambisius dan peran sentral di tim, bukan tak mungkin kejutan besar terjadi di bursa transfer Januari ini.

Leave a Reply