Pelatih Como, Cesc Fabregas kembali menyanjung Inter Milan. Dalam konferensi pers terbarunya, juru taktik muda asal Spanyol itu memberikan penilaian jujur sekaligus mendalam mengenai kekuatan Nerazzurri di era Cristian Chivu, sebuah analisis yang semakin menegaskan posisi Inter sebagai tim paling stabil dan superior di sepak bola Italia saat ini.
Fabregas Akui Beratnya Kompetisi Serie A: “Menang di Italia Sangat Sulit”
Fabregas memulai penjelasannya dengan menyoroti betapa menantangnya ekosistem taktik di Serie A.
Menurutnya, hanya mereka yang benar-benar paham dinamika liga yang bisa menghargai betapa beratnya meraih kemenangan di Italia.
“Menang di Italia itu sangat, sangat sulit. Bukan hanya kata saya, tapi kata banyak pelatih lain, termasuk mereka yang bermain di Liga Champions,” ujar Fabregas.
“Mereka bertanya pada saya apa yang kami lakukan dan bagaimana tipe tim kami. Di sini, mencetak gol begitu sulit karena cara tim-tim Italia bertahan,”
Fabregas menegaskan bahwa Serie A telah berevolusi jauh dari era sebelumnya. Intensitas pressing lebih tinggi, pergerakan tanpa bola lebih menuntut, dan peran penyerang jauh lebih kompleks dibandingkan masa lalu.
Perubahan Peran Striker Modern dan Pujian untuk Bologna
Fabregas juga membahas perubahan peran penyerang di sepak bola modern.
“Dulu, seperti Pippo Inzaghi, banyak striker hanya menunggu momen,” candanya.
“Sekarang striker harus melakukan jauh lebih banyak,”
Ia bahkan menyebut Bologna sebagai contoh ideal tim yang punya identitas permainan jelas dalam menyerang di Serie A musim ini.
“Bagi saya, Bologna adalah model yang sangat jelas tentang cara bermain dan menyerang di Italia. Anda tidak bisa membandingkan sepak bola masa lalu dengan sepak bola masa kini,”
Fabregas Soroti Keistimewaan Nerazzurri
Di antara semua tim yang berkembang di Serie A, Fabregas menyebut satu pengecualian besar:
“Sekarang saya tidak melihat tim manapun yang benar-benar dominan. Kecuali Inter, yang paling mendominasi Serie A,”
Pelatih Como itu menegaskan bahwa Inter memiliki “kekuatan di banyak parameter” yang tidak dimiliki klub lain secara menyeluruh.
“Terlihat bahwa mereka memiliki kekuatan besar, dalam banyak aspek dan di berbagai sektor permainan. Kami sedang bekerja untuk menemukan solusi-solusi baru,”
Pujian ini tentu bukan tanpa alasan. Inter era Chivu meneruskan pondasi kuat yang dibangun Simone Inzaghi, memperbaiki kedalaman lini tengah, konsistensi pertahanan, serta efektivitas serangan yang menggabungkan teknik dan agresivitas.

Leave a Reply