Ketegangan laga Inter Milan vs Juventus pada pekan ke-25 Serie A 2025-26 belum benar-benar reda. Selain kontroversi kartu merah untuk Pierre Kalulu, kini sorotan mengarah ke jajaran manajemen Bianconeri.
Menurut laporan Gazzetta, CEO Juventus, Damien Comolli dan Director of Football Strategy, Giorgio Chiellini berada dalam risiko tinggi terkena sanksi disiplin setelah terlibat insiden panas di lorong (tunnel) San Siro saat jeda pertandingan.
Wasit laga tersebut, Federico La Penna, menjadi sasaran protes keras dari kedua petinggi Juve itu yang turun dari tribun VIP usai keputusan kartu merah terhadap Kalulu.
Kronologi Chaos di Lorong San Siro
Insiden terjadi saat turun minum. Setelah kartu merah Kalulu, suasana memanas. Comolli dan Chiellini disebut turun langsung untuk melayangkan protes kepada La Penna.
Sementara pelatih Luciano Spalletti terlihat lebih tenang dan berusaha meredam situasi, ekspresi emosional kedua petinggi klub terekam kamera dan viral di media sosial.
Kini, bola panas berada di tangan otoritas disiplin Serie A.
Dua Jalur Hukum yang Bisa Menjerat
Menurut laporan tersebut, ada dua jalur yang bisa berujung pada sanksi:
1. Laporan Wasit (Referto Arbitrale)
Ini adalah jalur tercepat. Jika La Penna mencatat insiden tersebut dalam laporan resmi pertandingan, maka Hakim Olahraga Gerardo Mastrandrea dapat langsung menjatuhkan sanksi dalam waktu dekat.
Keputusan bisa diumumkan secepatnya, bahkan pada sidang disiplin terdekat.
2. Intervensi Jaksa Federasi
Jika insiden tidak tercatat dalam laporan wasit, penyelidikan bisa tetap berjalan melalui Jaksa Federasi Giuseppe Chine.
Para inspektur yang berada di tepi lapangan dapat membuka proses di Tribunal Federal Nasional.
Artinya, meski tidak ada catatan resmi wasit, kasus tetap bisa berkembang secara hukum.
Potensi Sanksi Berdasarkan Kode Etik
Mengacu pada Kode Keadilan Olahraga Italia (pasal 9 dan 35), tindakan terhadap ofisial pertandingan diperlakukan sangat serius.
Rentang hukuman bisa berupa:
- Teguran resmi
- Denda
- Skorsing sementara
- Inhibisi jabatan (larangan menjalankan fungsi resmi dalam periode tertentu)
Posisi Giorgio Chiellini
Chiellini dikabarkan melontarkan kritik keras seperti “Non esiste!” (Itu tidak masuk akal!).
Namun, laporan menyebut ucapannya kemungkinan belum masuk kategori penghinaan langsung.
Skenario paling realistis:
- Skorsing singkat
- Atau peringatan resmi (diffida)
Sebagai mantan kapten Juventus dan figur simbolik klub, kasus ini menjadi sorotan publik besar.
Posisi Damien Comolli Lebih Rumit
Situasi Comolli dinilai lebih serius.
Jika protesnya dikategorikan sebagai “condotta ingiuriosa o irriguardosa” (perilaku menghina atau tidak sopan terhadap ofisial pertandingan), maka:
- Sanksi minimum: Inhibisi 2 bulan
- Jika dinilai lebih berat: bisa lebih lama
Artinya, ia tidak dapat menjalankan tugas administratif resmi selama periode tersebut.

Leave a Reply