Nama Nicolò Barella kembali menjadi sorotan karena ketertarikan serius dari Direktur Olahraga Arsenal, Andrea Berta.
Menurut laporan FcInterNews, Berta sudah lama mengagumi gelandang timnas Italia tersebut, bahkan bisa dibilang “terobsesi”. Namun, dua upayanya untuk memboyong Barella selalu berakhir dengan penolakan.
Ketertarikan yang Dimulai Sejak 2019
Obsesi Berta terhadap Barella bukan cerita baru. Pada 2019, saat masih menjabat sebagai direktur olahraga Atletico Madrid, ia pernah mengajukan tawaran sebesar €35 juta kepada Cagliari.
Namun upaya tersebut gagal. Penyebabnya bukan semata faktor finansial, melainkan tekad kuat Barella sendiri yang sejak awal hanya ingin bergabung dengan Inter Milan, klub yang ia dukung sejak kecil.
Keputusan itu terbukti tepat. Barella berkembang menjadi salah satu gelandang terbaik Serie A dan pilar utama Nerazzurri.
Percobaan Kedua Bersama Arsenal
Musim panas lalu, setelah resmi menjabat sebagai direktur olahraga Arsenal, Berta kembali mencoba peruntungannya.
Namun hasilnya sama: Inter menutup pintu rapat-rapat.
Klub asal London itu akhirnya mengalihkan fokus ke target lain, termasuk Sandro Tonali. Tetapi pendekatan tersebut juga menemui jalan buntu karena Newcastle United enggan melepas gelandangnya.
Barella pun tetap bertahan di Giuseppe Meazza.
Kritik dan Penurunan Performa
Dalam beberapa pekan terakhir, Barella memang menghadapi kritik dari sebagian fans Inter. Performanya dinilai belum kembali ke level eksplosif yang membuatnya menjadi incaran klub-klub elite Eropa.
Beberapa faktor disebut memengaruhi situasinya, termasuk masalah fisik yang tidak sepenuhnya terekspos ke publik. Meski demikian, tidak ada indikasi krisis besar dalam hubungan pemain dan klub.
Sebagian suporter sempat menyuarakan opsi penjualan di musim panas. Namun manajemen Inter tetap konsisten: Barella adalah bagian inti proyek jangka panjang.
Inter dan Barella: Komitmen Tanpa Keraguan
Kontrak Barella masih tersisa sekitar dua setengah tahun, dan ia tak pernah sekalipun mempertimbangkan untuk hengkang.
Sikapnya konsisten sejak awal karier: loyalitas pada Inter bukan sekadar profesionalisme, tetapi juga emosional. Ia merasa menjadi bagian dari identitas klub.
Bagi Inter, menjual Barella bukan hanya kehilangan gelandang berkualitas tinggi, tetapi juga figur kepemimpinan di ruang ganti.
Akankah Arsenal Mencoba Lagi?
Dengan riwayat dua kali penolakan, peluang Arsenal untuk memboyong Barella tampak sangat tipis, setidaknya dalam waktu dekat.
Namun di dunia sepak bola modern, dinamika bisa berubah cepat. Jika performa Barella kembali ke level terbaiknya, bukan tidak mungkin minat klub-klub top Eropa akan kembali bermunculan.
Untuk saat ini, satu hal jelas: baik Inter maupun Barella masih sepenuhnya berkomitmen satu sama lain.

Leave a Reply