Dimarco Jadi Senjata Utama Inter, Kepercayaan Chivu Berbuah Performa Maksimal

Cristian Chivu mulai memetik hasil dari sentuhan taktik dan pendekatan barunya di Inter Milan.

Di antara banyak “panah” yang ia miliki, Federico Dimarco kini menjadi salah satu senjata paling mematikan. Bek sayap kiri Nerazzurri tersebut perlahan tapi pasti menemukan kembali versi terbaik dirinya, baik secara fisik maupun mental.

Dimarco Bangkit di Era Chivu

Dimarco menunjukkan performa yang semakin komplet musim ini. Ia bukan hanya berperan sebagai bek sayap, tetapi juga kontributor penting dalam fase menyerang. Kebangkitan ini tak lepas dari peran besar sang pelatih.

“Memulai kembali dengan pelatih baru sangat membantu saya, karena Chivu percaya kepada saya dan membuat saya bekerja pada hal-hal yang tepat,” ujar Dimarco usai hasil imbang melawan Napoli.

Pernyataan ini menjadi sinyal jelas bahwa perubahan pendekatan teknis berdampak langsung pada performanya di lapangan.

Perbedaan Signifikan Dibanding Musim Lalu

Musim lalu, Dimarco kerap ditarik keluar sekitar menit ke-60 di era Simone Inzaghi, menimbulkan tanda tanya soal daya tahan dan perannya dalam skema tim. Kini, di bawah Chivu, situasi itu berubah drastis.

Dimarco mampu bermain penuh selama 90 menit, menunjukkan bahwa ia kembali mencapai kondisi fisik ideal. Ketajamannya tak hanya bertahan di awal laga, tetapi juga konsisten hingga menit akhir.

Pembeda di Babak Pertama

Menurut Corriere dello Sport, Dimarco justru paling mematikan di babak pertama. Gol-golnya musim ini menjadi pembuka keunggulan Inter di laga-laga krusial Serie A, termasuk saat menghadapi Sassuolo, Parma, dan Napoli.

Kemampuan mencetak gol penentu di awal pertandingan memberi Inter keunggulan psikologis sekaligus mengubah dinamika permainan.

Pemain Komplet, Fokus Hingga Akhir

Kondisi fisik yang prima membuat Dimarco mampu menjaga intensitas permainan dari menit pertama hingga terakhir. Ia aktif dalam transisi, disiplin dalam bertahan, dan tetap tajam saat menyerang.

Konsistensi ini menjadikannya salah satu pemain paling diandalkan Chivu, terutama di laga-laga besar yang membutuhkan keseimbangan antara agresivitas dan kontrol.

Senjata Krusial Inter Menuju Akhir Musim

Dengan kembalinya Dimarco ke performa terbaik, Inter Milan mendapatkan kembali salah satu aset terpentingnya. Kepercayaan Chivu terbukti menjadi kunci, mengubah Dimarco dari sekadar bek sayap menjadi pembeda nyata di lapangan.

Jika tren ini terus berlanjut, Dimarco bukan hanya “panah terbaik” di busur Chivu, ia bisa menjadi faktor penentu dalam perjalanan Inter menghadapi fase penentuan musim.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*