Dimarco Jadi Salah Satu Bek Paling Produktif di Eropa

Federico Dimarco kembali menunjukkan kelasnya bersama Inter Milan. Wingback andalan Nerazzurri itu tampil gemilang musim ini dan secara statistik menegaskan statusnya sebagai salah satu bek paling produktif di Eropa.

Menurut laporan FCInter1908, hanya segelintir pemain bertahan di lima liga top Eropa yang mampu menyamai kontribusi ofensif Dimarco.

Performa konsisten ini sekaligus menandai kebangkitan sang pemain berusia 28 tahun setelah sempat mengalami penurunan menit bermain musim lalu.

Pilar Utama Inter di Era Cristian Chivu

Meski Carlos Augusto juga menampilkan performa solid, pelatih Cristian Chivu terlihat menaruh kepercayaan besar kepada Dimarco. Keputusan tersebut tercermin jelas dari statistik menit bermainnya.

Dimarco telah menjadi starter dalam 11 dari 15 laga Serie A Inter Milan musim ini, serta mencatat Enam penampilan di Liga Champions.

Kepercayaan penuh ini menjadikannya salah satu pemain paling konsisten di skuad Inter Milan, meski ia juga turut merasakan pahitnya kekalahan telak Inter dari Bologna di ajang Supercoppa pekan lalu.

Dimarco, Bek dengan Naluri Playmaker

Dikenal dengan kaki kiri mematikan dan visi menyerang yang tajam, Dimarco bukan sekadar bek sayap biasa.

Ia adalah senjata kreatif Inter dari sisi kiri, mampu membuka ruang, melepaskan umpan silang akurat, hingga mencetak gol dari situasi bola mati.

Musim ini, Dimarco telah mencatatkan dua gol dan Lima assist dari 21 penampilan di semua ajang.

Catatan tersebut menjadikannya bek paling produktif di Serie A, sebuah prestasi yang menegaskan betapa vital perannya dalam sistem permainan Inter.

Lebih Tajam dari Banyak Bek Top Eropa

Tak hanya bersinar di Italia, kontribusi Dimarco juga menonjol di level Eropa. Di antara bek-bek yang bermain di lima liga top Eropa, hanya Konrad Laimer (Bayern Munchen) yang mencatat jumlah assist lebih banyak darinya sejauh musim ini.

Fakta ini semakin memperkuat reputasi Dimarco sebagai salah satu wingback modern terbaik, yang mampu mengombinasikan disiplin bertahan dengan produktivitas menyerang.

Dari Rotasi Inzaghi ke Fondasi Chivu

Musim lalu, era Simone Inzaghi kerap diwarnai rotasi yang membuat Dimarco tidak selalu menjadi pilihan utama. Namun, situasi berubah drastis sejak Cristian Chivu mengambil alih kendali.

Chivu menjadikan Dimarco sebagai fondasi taktik Inter Milan, terutama dalam skema permainan yang menuntut kontribusi besar dari sisi sayap. Keputusan itu kini terbukti tepat, melihat dampak nyata yang diberikan Dimarco di atas lapangan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*