Atletico Madrid berhasil menaklukkan Inter Milan dengan skor 2-1 pada Matchday 5 Liga Champions 2025-26 dalam duel panas yang penuh tensi di Wanda Metropolitano.
Kekalahan ini menjadi pukulan beruntun bagi Nerazzurri setelah sebelumnya tumbang di Derby della Madonnina.
Laporan La Repubblica via FCInterNews menyebutkan bahwa situasi di ruang ganti Inter Milan tidak biasa.
Presiden Inter, Beppe Marotta dan Piero Ausilio langsung turun tangan, menemui para pemain dan staf pelatih tepat setelah pertandingan untuk melakukan diskusi serius terkait performa tim.
Inter Milan Gagal Bangkit, Simeone Jinakkan Rekor Sempurna Chivu
Inter Milan sebenarnya tampil cukup solid di Madrid. Piotr Zielinski mencetak gol pertamanya di Liga Champions bersama Inter, sebuah momen yang sempat memberi angin positif bagi Nerazzurri.
Namun, gol Atletico Madrid di awal dan akhir pertandingan membuat upaya itu tak cukup.
Konsentrasi yang hilang pada menit-menit krusial kembali menjadi masalah klasik Inter musim ini.
Kekalahan tersebut juga mencoreng rekor sempurna Cristian Chivu di Liga Champions.
Pelatih muda itu baru saja mendapat sorotan positif atas pendekatannya yang modern, tetapi Simeone menunjukkan bahwa pengalaman dan kedisiplinan tak tergantikan di laga besar.
Diskusi Darurat di Ruang Ganti: Ada Apa dengan Inter?
Menurut laporan, setelah peluit akhir berbunyi Marotta dan Ausilio langsung menuju ruang ganti untuk mengadakan diskusi panjang bersama tim.
Langkah ini menandakan adanya kekhawatiran mendalam dari manajemen terhadap performa Inter di laga-laga besar.
Fokus pembahasan diduga mencakup:
- Pola inkonsistensi performa di pertandingan penting
- Masalah konsentrasi pada menit akhir
- Efektivitas taktik dan pendekatan Chivu
- Mentalitas setelah kekalahan di derby
- Performa individu yang tidak stabil
Inter musim ini sejatinya memiliki materi pemain kuat, namun penurunan performa dalam laga-laga krusial membuat alarm berbunyi di jajaran direksi.
Zielinski Bersinar, Tapi Tidak Cukup
Zielinski layak mendapat kredit atas gol dan kontribusinya dalam permainan. Namun, Inter sulit menjaga tempo dan efisiensi seperti biasanya. Kualitas Atletico di bawah Simeone yang agresif, intens, dan tak kenal lelah akhirnya menjadi pembeda.
Kekalahan ini juga membuat Inter kehilangan momentum untuk mempertahankan catatan tak terkalahkan di kompetisi Eropa musim ini.
Inter Harus Segera Bangkit: Tantangan Berikutnya Menentukan
Dengan jadwal yang semakin padat, Chivu dan timnya harus menemukan solusi sesegera mungkin.
Inter tidak boleh larut dalam dua kekalahan beruntun, terutama ketika fase gugur Liga Champions dan persaingan di Serie A makin dekat.
Diskusi panjang pascalaga menunjukkan adanya keseriusan manajemen untuk mengembalikan stabilitas tim.

Leave a Reply