Di Francesco: “Inter Hampir Tak Terkalahkan di Serie A, Tapi Lecce Ingin Lanjutkan Tren Positif”

Pelatih Lecce, Eusebio Di Francesco menegaskan bahwa timnya tidak akan mengendurkan ambisi saat menjamu Inter Milan di Stadion Via del Mare pada pekan ke-26 Serie A 2025-26, Minggu (22/2/2026) pukul 00.00 WIB.

Meski mengakui kualitas Nerazzurri yang nyaris tak tersentuh di Serie A, Di Francesco tetap menuntut anak asuhnya menjaga konsistensi performa dan hasil.

Lecce datang dengan kepercayaan diri tinggi usai meraih dua kemenangan beruntun di Serie A, hasil yang menjadi “napas segar” dalam misi bertahan di kasta tertinggi sepak bola Italia. Namun, ujian sesungguhnya kini ada di depan mata: menghadapi salah satu kandidat kuat Scudetto.

Inter Hampir Tak Terkalahkan, Datang dengan Luka dari UCL

Dalam konferensi pers jelang laga (via FCInterNews.it), Di Francesco menyebut Inter sebagai tim yang “hampir tak terkalahkan” di kompetisi domestik. Menurutnya, kekalahan di Liga Champions justru bisa menjadi bahan bakar tambahan bagi skuad Biru-Hitam.

“Kami akan menghadapi tim yang terusik oleh kekalahan di Liga Champions, tetapi di Serie A mereka hampir tak terkalahkan,” ujar Di Francesco.

“Inter adalah tim yang sulit dihadapi karena memiliki banyak solusi dalam skuad,”

Pernyataan ini merujuk pada kedalaman skuad Inter yang memungkinkan mereka tetap kompetitif meski diterpa absensi pemain.

Secara taktik, Nerazzurri dikenal fleksibel, mampu beradaptasi dengan berbagai skema dan pendekatan permainan.

“Kami menyikapi pertandingan ini dengan sangat hati-hati, tetapi kami akan menunjukkan determinasi dan semangat besar seperti dalam laga-laga terakhir,”

Soal Absensi Sejumlah Bintang Inter: Lecce Tak Mau Cari Alasan

Ketika ditanya apakah absennya beberapa pilar Inter Milan bisa menjadi keuntungan, Di Francesco memilih realistis. Ia menegaskan bahwa perbedaan kualitas tetap ada, terlepas dari siapa yang absen.

“Kami harus menunjukkan intensitas yang lebih tinggi dibandingkan Inter. Kita harus selalu ingat bahwa pemain-pemain tertentu memiliki ‘mesin’ yang berbeda, kalau tidak mereka tidak akan bermain di tim-tim seperti itu,”

Menurutnya, Inter dibangun untuk bersaing di semua kompetisi. Artinya, rotasi atau cedera tidak serta-merta melemahkan struktur tim secara signifikan. Lecce, kata dia, justru harus fokus pada usaha menyamai ritme dan determinasi lawan.

“Setidaknya kami harus bisa menyamai kecepatan dan daya juang mereka, lalu jika berbicara soal kesenjangan kualitas teknik memang ada. Inter punya potensi untuk menutupi absennya beberapa pemain, karena mereka dibangun untuk bersaing di semua kompetisi. Bayangkan apa yang harus kami katakan ketika justru kami yang kehilangan pemain,”

Kunci Lecce: Intensitas dan Menjaga Laga Tetap Seimbang

Di Francesco menekankan pentingnya menjaga pertandingan tetap terbuka hingga menit-menit akhir.

Ia menargetkan permainan disiplin selama 60 menit pertama, sebelum faktor kelelahan bisa berperan, terutama karena Inter baru saja menjalani laga tandang panjang di Eropa.

“Kami harus menjaga pertandingan tetap seimbang hingga akhir. Setelah itu, mungkin faktor kelelahan bisa sedikit menguntungkan kami,” tambahnya.

Dalam hal komposisi pemain, Di Francesco enggan membeberkan pilihan antara Banda atau Sottil. Keduanya dinilai punya kemampuan duel satu lawan satu yang bisa menjadi pembeda di momen krusial.

Update Kondisi Stulic dan Perez

Terkait kondisi skuad, Di Francesco mengungkapkan bahwa Stulic mengalami cedera engkel cukup serius dan belum berlatih sepanjang pekan. Keputusan akhir akan diambil setelah sesi uji kebugaran terakhir.

Sementara itu, Perez dipastikan tersedia dan siap memperkuat tim dalam laga penting ini.

“Stulic tidak berlatih sepanjang pekan ini, dia mengalami keseleo yang cukup parah di Cagliari dan staf medis sedang melakukan segala upaya untuk memulihkannya. Sementara itu, Perez akan tersedia.” Pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*