Derby Terakhir Calhanoglu? Inter Buka Peluang Lepas ke Galatasaray

Duel Derby della Madonnina di pekan ke-28 Serie A 2025-26 antara AC Milan vs Inter Milan akhir pekan ini bukan sekadar pertarungan gengsi, melainkan juga penentu arah perburuan Scudetto.

Namun di balik tensi laga besar tersebut, ada satu nama yang menjadi sorotan tajam: Hakan Calhanoglu.

Menurut laporan Corriere della Sera, gelandang asal Turki itu bisa saja menjalani Derby Milan terakhirnya bersama Nerazzurri. Benarkah ini akhir dari kisah Calhanoglu di Giuseppe Meazza?

Calhanoglu, Mesin Gol dari Lini Tengah

Meski sempat mengalami kambuh cedera betis, Calhanoglu tetap menjadi sosok vital di skuad asuhan Cristian Chivu. Statistik berbicara lantang:

  • 9 gol dan 4 assist musim ini di semua ajang
  • Absen dalam 11 pertandingan karena cedera
  • Tetap menjadi pencetak gol terbanyak kedua Inter

Angka tersebut menunjukkan betapa krusialnya peran sang regista. Bahkan saat kebugarannya belum 100 persen, dengan estimasi hanya mampu bermain sekitar satu jam, Calhanoglu tetap menargetkan posisi starter dalam Derby, seperti saat menghadapi Como.

Situasi Inter memang tidak ideal. Absennya Lautaro Martinez membuat lini depan tumpul, nol gol dari para penyerang dalam 300 menit terakhir tanpa sang kapten. Di saat bersamaan, performa Nicolo Barella dan Marcus Thuram belum sepenuhnya konsisten.

Di tengah situasi ini, Calhanoglu ingin tampil sebagai pemimpin. Bukan hanya pengatur tempo, tetapi juga solusi.

Galatasaray, Cinta Lama yang Belum Padam

Musim panas lalu, nama Galatasaray sempat menghiasi rumor transfer Calhanoglu. Klub raksasa Turki itu sangat menginginkan jasanya, sebuah panggilan emosional bagi pemain berdarah Turki yang lahir dan besar secara sepak bola di Jerman.

Ketertarikan tersebut bahkan sempat dianggap sulit dibendung. Terlebih setelah komentar keras dari Lautaro usai Piala Dunia Antarklub yang memicu spekulasi keretakan internal.

Namun, Galatasaray tak pernah benar-benar mendekati angka yang diminta Inter: minimal 20 juta euro.

Chivu kemudian berhasil meredam situasi ruang ganti dan memulihkan harmoni tim. Tapi pertanyaannya kini berbeda: bagaimana dengan musim panas mendatang?

Kontrak Menipis, Inter Tak Akan Memaksa

Pada Juni nanti, kontrak Calhanoglu hanya akan tersisa satu tahun. Dalam situasi seperti ini, posisi tawar klub otomatis melemah. Inter disebut tidak akan “membabi buta” untuk memperpanjang kontraknya, apalagi mengingat riwayat cedera yang masih menghantui sang gelandang dalam dua musim terakhir.

Di sisi lain, peluang finansial di Istanbul jauh lebih menggiurkan. Bermain untuk Galatasaray bukan hanya soal uang, tapi juga tentang mewujudkan mimpi keluarga, mulai dari sang ayah hingga lingkaran terdekatnya.

Secara bisnis, Inter harus realistis:

  • Perpanjangan kontrak berarti kenaikan gaji.
  • Menjual di musim panas nanti berarti masih bisa mendapatkan dana segar.
  • Menahan hingga kontrak habis berisiko kehilangan tanpa kompensasi maksimal.

Derby Bernuansa Emosional

Calhanoglu bukan nama asing dalam Derby Milano. Ia pernah membela Milan sebelum menyeberang ke Inter, sebuah transfer yang sempat memicu kontroversi panas di kalangan tifosi Rossoneri.

Jika benar ini menjadi Derby terakhirnya, maka laga nanti akan terasa berbeda. Lebih emosional dan lebih personal.

Di tengah perburuan gelar, Calhanoglu berpotensi menjadi faktor pembeda. Bukan hanya karena kualitas teknisnya dalam eksekusi bola mati dan distribusi umpan, tetapi juga karena mentalitasnya di laga besar.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*