Derby d’Italia antara Inter Milan vs Juventus kembali memanas di bursa transfer. Menurut laporan La Stampa, kedua raksasa Serie A tersebut memiliki banyak target yang sama, mulai dari sektor kanan, lini pertahanan, penjaga gawang, hingga penyerang kelas atas.
Sebuah duel strategi antara pelatih Cristian Chivu dan Luciano Spalletti pun tak terhindarkan.
Masalah Sama, Solusi Serupa di Sektor Kanan
Baik Inter Milan maupun Juventus menghadapi persoalan serius di sisi kanan.
Inter tengah berada dalam situasi darurat akibat cedera Denzel Dumfries dan Matteo Darmian, ditambah performa Luis Henrique yang belum sesuai ekspektasi.
Di sisi lain, Juventus belum sepenuhnya puas dengan kontribusi Joao Mario, sementara Weston McKennie lebih sering dianggap sebagai pemain serba guna ketimbang solusi ideal di posisi tersebut.
Tak heran jika kedua klub mengincar nama yang sama. Michael Kayode (Brentford) dan Marco Palestra (Atalanta) menjadi prioritas utama.
Untuk Kayode, Inter dan Juventus telah menghubungi pihak pemain, meski Brentford masih menutup pintu untuk transfer Januari ini.
Namun, La Stampa menyebut kedua klub akan kembali mencoba dalam beberapa pekan ke depan.
Sementara itu, harga Palestra yang semula di kisaran €25 juta kini melonjak, membuat peluang transfer semakin rumit.
Alternatif pun bermunculan: Brooke Norton-Cuffy (Genoa), Nahuel Molina (Atletico Madrid), hingga Noussair Mazraoui (Manchester United).
Duel di Bawah Mistar dan Lini Belakang
Persaingan tak berhenti di sayap. Inter dan Juventus juga saling berhadapan dalam perburuan Elia Caprile, penjaga gawang yang dinilai cocok untuk proyek jangka menengah kedua klub.
Nama Tarik Muharemovic dari Sassuolo juga masuk radar. Juventus memegang 50% hak penjualan di masa depan, sementara Inter Milan tengah menyiapkan tawaran.
Sassuolo sendiri berharap tercipta lelang dan berencana menunda keputusan hingga musim panas.
Dusan Vlahovic
Menurut La Stampa, Inter siap memanfaatkan kontrak sang striker yang akan segera habis di Juventus, apalagi hubungan manajemen Nerazzurri dengan agen Vlahovic, Ristic, terbilang sangat baik.
Juventus tentu tak ingin kehilangan aset strategisnya secara gratis, terlebih ke rival abadi.
Chivu vs Spalletti: Bukan Sekadar Transfer
Apa yang terjadi di balik layar ini menegaskan satu hal: Inter dan Juventus sedang membangun masa depan dengan arah yang sangat mirip.
Keduanya mencari pemain muda, fleksibel, dan siap berkembang, namun dengan pendekatan yang berbeda.
Jika di lapangan Derby d’Italia hanya berlangsung 90 menit, maka di bursa transfer, duel Inter vs Juventus berjalan sepanjang tahun. Dan musim ini, pertarungan itu terasa lebih panas dari sebelumnya: dari penjaga gawang hingga ujung tombak.

Leave a Reply