Derby della Madonnina selalu menghadirkan cerita menarik. Namun kali ini ada kisah unik di balik duel panas antara AC Milan dan Inter Milan pada pekan ke-28 Serie A 2025-26, Senin (9/3/2026) pukul 02.45 WIB.
Dua bek tengah yang akan menjadi starter di pertandingan tersebut adalah Koni De Winter dan Manuel Akanji yang sebenarnya hampir saja bermain dengan klub yang berlawanan.
Bursa transfer musim panas 2025 menghadirkan berbagai kemungkinan yang nyaris mengubah takdir kedua pemain ini. Namun pada akhirnya, keputusan yang diambil klub dan pemain membuat keduanya kini berdiri di kubu yang berbeda dalam derby paling panas di Italia.
Duel Dua Bek Tengah di Jantung Pertahanan
Dalam laga Derby nanti, baik De Winter maupun Akanji sama-sama akan memimpin lini belakang tim masing-masing dalam skema pertahanan tiga bek.
- Manuel Akanji akan menjadi pusat pertahanan Inter Milan.
- Koni De Winter akan mengawal jantung lini belakang AC Milan.
Menariknya, jalan karier mereka menuju Derby ini sebenarnya bisa saja berbeda jika beberapa skenario transfer di musim panas lalu berjalan sesuai rencana awal.
De Winter Hampir Bergabung dengan Inter
Bek asal Belgia, Koni De Winter sempat menunggu panggilan dari Inter Milan.
Pemain kelahiran Antwerpen tahun 2002 itu sempat menjadi target serius Inter sebagai investasi jangka panjang di lini pertahanan. Namun transfer tersebut memiliki satu syarat penting: Inter harus terlebih dahulu menjual bek mereka, Yann Bisseck.
Pada saat itu, Bisseck terus dikaitkan dengan klub Crystal Palace. Inter sempat “membekukan” rencana transfer De Winter sambil menunggu perkembangan situasi tersebut.
Namun pada akhirnya kepindahan Bisseck tidak terjadi, sehingga Inter tidak melanjutkan negosiasi.
Di saat itulah AC Milan bergerak cepat. Rossoneri langsung mencapai kesepakatan dengan Genoa untuk transfer senilai sekitar 20 juta euro plus bonus.
Langkah cepat tersebut membuat Milan berhasil mengamankan salah satu bek muda paling menjanjikan di Serie A. De Winter sendiri merupakan produk akademi Juventus yang berkembang pesat dalam beberapa musim terakhir.
AC Milan Hampir Mendapatkan Akanji
Sementara itu, di sisi lain kota, AC Milan juga sempat memimpikan transfer besar: mendatangkan bek Swiss berpengalaman, Manuel Akanji, dari Manchester City.
Peluang tersebut muncul karena Akanji berpotensi meninggalkan klub Inggris itu dengan kondisi transfer yang cukup menguntungkan. Jika berhasil, transfer ini diyakini bisa semakin memperkuat skuad asuhan Massimiliano Allegri.
Namun kesepakatan itu tidak pernah terwujud. Salah satu alasan utama adalah keputusan Akanji sendiri yang kurang tertarik meninggalkan kompetisi UEFA Champions League demi musim yang hanya dipenuhi pertandingan domestik.
Situasi yang sempat buntu itu kemudian dimanfaatkan oleh Inter.
Inter Bergerak Cepat di Akhir Bursa Transfer
Pada akhir bursa transfer musim panas, Inter menemukan celah untuk mendatangkan Akanji.
Kesempatan itu muncul setelah klub mencapai kesepakatan dengan Olympique de Marseille terkait kepindahan Benjamin Pavard dengan status pinjaman. Kepergian Pavard membuka ruang bagi Inter untuk merekrut bek baru dengan formula serupa.
Inter Milan kemudian bergerak cepat mengamankan Akanji, sebuah transfer yang langsung meningkatkan kualitas lini pertahanan Nerazzurri berkat pengalaman internasional sang pemain.
Dua Transfer yang Sama-Sama Berhasil
Enam bulan setelah bursa transfer tersebut, kedua klub bisa merasa puas dengan keputusan mereka.
- De Winter berkembang secara bertahap bersama Milan. Ia bahkan berpeluang menjadi starter di Derby kali ini karena absennya Matteo Gabbia. Fleksibilitasnya juga memungkinkan ia bermain sebagai bek tengah maupun bek sisi dalam sistem tiga bek.
- Akanji juga tampil luar biasa di Inter. Awalnya ia bermain sebagai bek kanan dalam trio pertahanan, namun kemudian dipromosikan oleh pelatih Cristian Chivu menjadi bek tengah utama berkat konsistensinya.
Derby dengan Cerita “Semesta Paralel”
Saat peluit Derby berbunyi nanti, De Winter akan mengenakan seragam merah-hitam Milan, sementara Akanji membela biru-hitam Inter.
Namun jika beberapa keputusan berbeda di bursa transfer musim panas lalu, mungkin saja keduanya justru bertanding dengan warna yang terbalik.
Cerita ini menunjukkan bagaimana bursa transfer dapat mengubah nasib pemain secara drastis. Dalam semesta paralel, De Winter mungkin berdiri di lini belakang Inter, sementara Akanji menjadi pilar pertahanan Milan.
Namun di dunia nyata, keduanya justru akan saling berhadapan dalam salah satu pertandingan paling bergengsi di sepak bola Italia.

Leave a Reply