Perjalanan Inter Milan di ajang Supercoppa Italiana 2025 harus berakhir di babak semifinal setelah kalah dramatis dari Bologna melalui adu penalti.
Meski gagal melangkah ke final, pelatih Cristian Chivu menegaskan bahwa kekalahan ini tidak akan mematahkan mental timnya.
Dalam wawancara pascalaga bersama InterTV, Chivu menyoroti karakter skuad Nerazzurri yang menurutnya selalu mampu bangkit dari situasi sulit.
Awal Meyakinkan, Tekanan Bologna Mengubah Ritme
Inter sejatinya memulai pertandingan dengan cara ideal. Gol cepat Marcus Thuram memberi kepercayaan diri tinggi, namun intensitas Bologna perlahan mengubah alur laga.
“Kami memulai dengan baik, lalu kesulitan menghadapi intensitas permainan mereka karena mereka harus mengejar ketertinggalan,” ujar Chivu.
Gol penyeimbang dari Riccardo Orsolini lewat sepakan penalti membuat pertandingan kembali terbuka. Inter sempat menemukan ritme di penghujung babak pertama dan kembali menciptakan peluang penting.
“Mereka berhasil menyamakan kedudukan, kami bangkit kembali dan menciptakan beberapa peluang di akhir laga,”
Babak Kedua: Identitas Inter Mulai Terlihat
Chivu menilai Inter menunjukkan kualitas terbaiknya selepas jeda. Dominasi penguasaan bola dan keberanian menyerang kembali diperlihatkan, meski tak berbuah gol kemenangan.
“Di babak kedua kami menunjukkan kualitas kami dan mencoba hingga akhir,” lanjut Chivu.
Momen kontroversial berupa penalti yang sempat diberikan lalu dibatalkan oleh wasit Daniele Chiffi juga menjadi bagian dari dinamika pertandingan, sebelum laga akhirnya ditentukan lewat adu penalti.
Adu Penalti, Lotere yang Tak Berpihak pada Inter
Seperti yang sering terjadi, adu penalti kembali menjadi ujian mental tersendiri. Kali ini, keberuntungan tidak memihak Inter.
“Adu penalti itu lotere, dan kali ini kami kalah,” kata Chivu dengan nada realistis.
Namun, sang pelatih menolak menjadikan kegagalan ini sebagai alasan untuk meratapi hasil.
Pesan Kunci Chivu: Bangkit
Pesan paling kuat dari Chivu adalah soal mentalitas. Ia menegaskan bahwa tim besar diukur dari kemampuannya bangkit setelah jatuh.
“Kami sadar bahwa kami harus terus mencoba,”
“Kalau kamu jatuh, kamu harus bangkit. Jika ingin melangkah jauh, kamu harus melakukan itu,” tegasnya.
Chivu juga memberikan pujian besar kepada anak asuhnya, menyebut mereka sebagai pemain dengan karakter kuat.
“Saya punya tim yang berisi pria-pria hebat, yang tahu bagaimana caranya bangkit dan berani mengambil risiko.”

Leave a Reply