Chivu Redam Narasi Duel dengan Conte Jelang Inter vs Napoli: “Ini Tentang Tim, Bukan Pelatih”

Inter Milan membuka paruh kedua musim Serie A dengan laga yang oleh Cristian Chivu sendiri disebut sebagai pertandingan yang “bisa membentuk arah satu musim”.

Duel melawan Napoli asuhan Antonio Conte pada pekan ke-20 Serie A 2025-26 di San Siro, Senin (12/1/2026) pukul 02.45 WIB, bukan hanya sarat gengsi, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap peta persaingan Scudetto.

Hasil pertandingan ini bisa menjadi titik balik. Kemenangan akan membawa Inter unggul tujuh poin dari Napoli, sementara kekalahan berpotensi membuka kembali perburuan gelar juara secara lebar.

Namun di balik besarnya tensi, Chivu memilih pendekatan yang tenang dan terukur.

Chivu: Progres Inter Datang dari Proses, Bukan Kebetulan

Dalam konferensi pers pra-pertandingan yang dikutip FCInterNews, Chivu menekankan bahwa posisi Inter Milan saat ini adalah hasil dari pertumbuhan berkelanjutan, bukan sekadar momentum sesaat.

Menurutnya, peningkatan performa Nerazzurri lahir dari kerja keras, kesinambungan ide, dan komitmen terhadap proses.

Ia menegaskan bahwa angka dan statistik saja tidak cukup untuk menjelaskan kekuatan sebuah tim.

“Yang penting adalah menunjukkan nilai tim selama 100 menit pertandingan,” ujar Chivu, menyoroti pentingnya konsistensi bahkan ketika menghadapi fase sulit di dalam laga.

Napoli Tetap Berbahaya, Mentalitas Jadi Kunci

Meski Napoli mengalami beberapa perubahan taktik sejak Oktober, Chivu memprediksi pertandingan akan kembali berjalan sangat seimbang.

Ia menyoroti perbedaan personel, kehadiran Rasmus Højlund dan absennya André-Frank Zambo Anguissa, namun menegaskan bahwa kekuatan Napoli tidak bisa direduksi pada satu atau dua nama.

“Napoli tetap tim kuat dengan pemain-pemain berintensitas tinggi. Ini akan sulit bagi kami, dan juga bagi mereka,” katanya.

Bagi Chivu, laga besar seperti ini sering kali ditentukan oleh detail kecil dan momen krusial, sehingga kontrol mental menjadi faktor penentu. Pengalaman dari pertemuan pertama di Naples menjadi pelajaran penting bagi Inter Milan.

Ia mengakui performa tim kala itu dipengaruhi oleh kesalahan dan situasi tertentu, namun Inter kini telah melatih diri untuk tidak larut dalam rasa ketidakadilan, melainkan fokus pada ambisi dan nilai sejati mereka.

“Skuad kami telah melatih diri untuk tidak terlalu memikirkan ketidakadilan, dan sebaliknya fokus pada nilai dan ambisi sejati kami,”

Bukan Chivu vs Conte: Fokus Harus ke Pemain

Ketika ditanya soal narasi duel pribadi dengan Antonio Conte, Chivu menjawab tegas. Ia menolak menjadikan laga ini sebagai pertarungan antar pelatih.

Meski menyebut Conte sebagai pelatih hebat dan pemenang yang mampu beradaptasi dengan sepak bola modern, Chivu menegaskan:

“Bagi saya, tidak ada Chivu versus Conte,”

Menurutnya, perhatian seharusnya tertuju pada pemain dan para pendukung. Ia bahkan mengkritik kecenderungan sepak bola modern yang terlalu memusatkan sorotan pada pelatih.

“Sepak bola harus kembali ke para pelaku utamanya di lapangan, tanpa melupakan fans,” ujarnya.

Luis Henrique Dipastikan Tampil, Kepercayaan Jadi Kunci

Dari sisi teknis, Chivu memberi sinyal keberlanjutan skema. Ia menjelaskan bahwa peran Yann Bisseck yang jarang maju adalah bagian dari rencana, sementara Luis Henrique menunjukkan perkembangan signifikan.

Pemain Brasil itu sempat mendapat kritik, termasuk dari Chivu sendiri, namun membalasnya dengan kerja keras, kerendahan hati, dan dedikasi.

“Dia sudah sembilan kali jadi starter dan tahu bagaimana menghadapi tekanan San Siro,” puji Chivu.

Untuk kondisi skuad, Matteo Darmian hampir pulih namun belum siap, sementara Denzel Dumfries masih menjalani rehabilitasi di Belanda.

Soal susunan pemain, Chivu tersenyum dan akhirnya mengonfirmasi: Luis Henrique akan bermain.

Mentalitas Lebih Penting dari Hasil

Pesan paling kuat dari konferensi pers ini adalah penolakan Chivu terhadap pendekatan hitam-putih soal hasil akhir.

“Saya tidak mengerti makna menang, seri, atau kalah jika dilepaskan dari mentalitas.”

Bagi Chivu, yang terpenting adalah bagaimana Inter memasuki pertandingan dengan karakter, keyakinan, dan kesiapan mental yang telah ditempa melalui kekecewaan dan kebangkitan.

Melawan Napoli, mentalitas inilah yang akan diuji di level tertinggi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*