Chivu Merendah Jelang Semifinal Supercoppa: “Ini Hadiah, Tapi Kami Ingin Berjuang Sampai Akhir”

Cristian Chivu menunjukkan sikap rendah hati sekaligus penuh ambisi menjelang laga Inter Milan vs Bologna pada semifinal Supercoppa Italiana 2025-26, Sabtu (20/12/2025) pukul 02.00 WIB.

Dalam konferensi pers pra-pertandingan, pelatih Nerazzurri itu menegaskan bahwa kehadiran Inter di turnamen mini ini bukan sesuatu yang harus dirayakan berlebihan, melainkan kesempatan yang wajib dimaksimalkan.

Duel yang akan digelar di Riyadh ini menjadi krusial bagi Inter, bukan hanya demi tiket ke final, tetapi juga sebagai ajang pembalasan atas kekalahan pahit dari AC Milan musim lalu, ketika trofi lepas dari genggaman setelah comeback menyakitkan.

“Kami Tak Pantas di Sini, Tapi Ini Hadiah yang Harus Dimainkan”

Chivu membuka konferensi pers dengan pernyataan yang cukup mengejutkan namun jujur.

“Mungkin kami tidak pantas berada di sini, tapi ini adalah hadiah dari format baru Supercoppa. Jika sudah ada di sini, kami akan berjuang sampai akhir,”

Menurut Chivu, Supercoppa dengan format baru membuka peluang bagi lebih banyak tim. Inter memilih untuk melihatnya sebagai kesempatan, bukan beban, dengan pendekatan penuh ambisi dan determinasi.

Ia menegaskan bahwa sejak awal musim, Inter selalu mencoba bermain dengan rasa lapar, kemauan berkembang, dan mental pemenang, meski menyadari masih banyak ruang untuk bertumbuh.

“Sejak awal, kami telah berjanji pada diri sendiri untuk selalu bermain dengan keinginan, ambisi, dan tekad. Tim ini masih bisa berkembang; tim ini memiliki ambisi yang tepat untuk melanjutkan perjalanannya,”

Kabar Baik dari Calhanoglu, Soal Rotasi Tak Jadi Masalah

Salah satu sorotan utama adalah kondisi Hakan Calhanoglu. Chivu memastikan gelandang andalannya telah kembali berlatih dan siap dimainkan.

“Calhanoglu sudah berlatih hari ini dan tersedia. Apakah ia starter atau masuk dari bangku cadangan, itu akan kami nilai,”

Soal waktu pemulihan yang lebih singkat jika lolos ke final, Chivu memilih bersikap realistis. Bagi sang pelatih, fokus sepenuhnya tertuju pada Bologna, bukan pada skenario berikutnya.

“Soal satu hari lebih sedikit atau lebih banyak waktu pemulihan, kami sudah terbiasa. Sekarang kami fokus pada pertandingan besok, itu yang paling penting,”

Strategi Perjalanan dan Fokus Mental Tim

Keputusan Inter untuk tiba di Arab Saudi hanya sehari sebelum pertandingan juga dijelaskan Chivu. Faktor cuaca, durasi penerbangan, dan perbedaan waktu menjadi pertimbangan utama.

“Kami tahu akan dingin. Enam jam penerbangan dan dua jam perbedaan waktu, jadi kami memilih opsi yang paling logis,”

Keputusan ini menunjukkan pendekatan pragmatis dan efisien, tanpa mengganggu fokus utama tim: tampil maksimal di lapangan.

Bukan Soal Reputasi, Tapi Tentang Proses dan Manusia

Menariknya, Chivu menegaskan bahwa trofi tidak ia lihat sebagai alat untuk membangun reputasi pribadi.

“Saya tidak mengejar nama. Saya ingin pemain-pemain ini bahagia dan diakui,”

Baginya, Inter saat ini adalah kelompok pemain dengan kualitas manusiawi yang luar biasa, bersatu, bekerja keras, dan lapar prestasi. Ia juga mengingatkan bahwa Bologna bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata.

“Bologna bukan tim yang menyulitkan hanya bagi Inter, tetapi bagi semua tim. Mereka sudah seperti itu sebelumnya bersama Thiago Motta dan Sinisa, dan sekarang pun tetap demikian di bawah Italiano,”

Di bawah Vincenzo Italiano, Bologna dikenal memiliki energi tinggi, intensitas, dan keberanian bermain, sesuatu yang menurut Chivu harus ditandingi Inter jika ingin lolos ke final.

“Mereka punya energi, melakukan hal-hal yang membuat siapa pun kesulitan, dan kami harus menyamai intensitas mereka,”

Inter Sering Kalah di Laga Besar

Menanggapi kritik Inter soal performa di laga-laga besar, Chivu memberikan respons tajam namun berkelas.

“Kemenangan atas Roma juga merupakan laga besar yang tak pernah disebut-sebut. Kami tidak perlu membuktikan apa pun,”

Pesan Chivu jelas: tidak ada laga yang otomatis bisa dimenangkan. Setiap kemenangan harus diperjuangkan, tanpa memandang nama lawan.

“Untuk menang, semuanya harus diraih dengan pantas, siapa pun lawannya. Kami harus memberikan yang terbaik dari apa yang kami miliki, tidak ada yang akan memberi kami hadiah. Kami bisa keluar sebagai pemenang atau kalah, tetapi harus melakukannya dengan kepala tegak. Yang pasti, keinginan kami untuk memenangkan semua pertandingan tidak pernah kurang, meski itu tidak pernah mudah,”

Ia juga menegaskan bahwa kekalahan dari Milan musim lalu adalah masa lalu. Fokus Inter kini adalah mengalahkan Bologna, baru setelah itu berbicara tentang final.

“Apa yang terjadi musim lalu melawan Milan sudah menjadi masa lalu, sekarang kami akan berusaha lolos dari Bologna, setelah itu baru kita lihat,”

Inter Lapar Trofi, Chivu Tanamkan Mentalitas Kepala Tegak

Chivu menutup konferensi pers dengan pesan kuat tentang mentalitas.

“Seingat saya, kami tidak pernah kalah di tiga final, hanya satu saja. Bagi saya, melatih grup seperti ini adalah sebuah kehormatan,”

“Mereka bekerja keras, ini adalah tim yang solid dan punya keinginan besar untuk ditunjukkan. Grup ini lapar, ingin memenangkan trofi. Kami sebagai staf sudah melakukan yang terbaik untuk mengembalikan antusiasme dan rasa percaya diri,”

“Sepak bola terkadang memang kejam, terutama ketika kalah secara tidak pantas, tetapi kita harus selalu meninggalkan lapangan dengan kepala tegak. Kami tahu seberapa besar komitmen yang kami berikan setiap hari dan apa yang ingin kami bangun untuk masa depan.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*