Mantan penyerang yang dikenal vokal, Antonio Cassano, kembali melontarkan kritik pedas yang mengguncang jagat sepak bola Italia.
Dalam sesi terbaru di kanal Viva El Futbol, Cassano memberikan analisis tajam mengenai performa AS Roma di bawah arahan Gian Piero Gasperini, serta memberikan lampu hijau bagi Manu Kone untuk hengkang ke Inter Milan.
Cassano tidak menahan diri dalam menguliti performa para bintang senior Roma, menyebut mereka sudah tidak layak berada di level tertinggi tim Giallorossi.
Kritik Pedas untuk Bintang Roma: Dybala dan Pellegrini dalam Sorotan
Cassano mengawali serangannya kepada dua sosok ikonik di Trigoria, Paulo Dybala dan kapten tim, Lorenzo Pellegrini.
Cassano menilai La Joya sudah kehilangan taringnya.
“Dybala itu tidak enak dilihat (inguardabile) dan sudah tidak bisa diandalkan (improponibile). Menjadikannya false nine adalah kesalahan. Dia tidak punya kekuatan, tidak punya perubahan kecepatan, dan hanya menembak ke arah gawang kapan pun dia bisa,” cetus Cassano.
Lorenzo Pellegrini, Sang kapten pun tak luput dari cercaan. Cassano menyebut Pellegrini sebagai pemain yang tidak memiliki karakter kuat.
“Pellegrini adalah pemain ‘0-0’. Dia tidak cocok dengan gaya Gasperini. Dia sedikit penakut (cagasotto), gerakannya monoton, tidak punya bumbu dalam permainannya,”
Rumor Manu Kone ke Inter Milan: “Silakan Pergi!”
Terkait rumor yang menghubungkan gelandang Manu Kone dengan Inter Milan, Cassano memiliki pandangan yang cukup mengejutkan.
Alih-alih berusaha mempertahankan aset mudanya, Cassano justru menyarankan Roma untuk segera melepasnya jika tawaran dari Inter masuk.
“Kone? Dia pemain bagus, tapi saya tidak begitu menyukainya. Kamu tahu apa yang akan saya lakukan? Kone, kamu mau ke Inter? Silakan, silakan saja,” ujar Cassano.
“Saya justru akan pergi mengambil Ederson dan Lookman,”
Menurut Cassano, gaya bermain Kone tidak sesuai dengan filosofi Gasperini yang menginginkan gelandang dengan karakteristik tertentu.
“Kone sama sekali tidak ada hubungannya dengan gaya main Gasperini. Gasperini menginginkan sosok seperti De Roon, dan peran itu sudah dijalankan oleh Cristante. Ederson kemudian bisa menjalankan dua fase (bertahan dan menyerang), dia lebih teknis daripada Kone. Saya tidak melihat Kone masuk dalam ide sepak bola Gasperini.”

Leave a Reply