Cassano Kembali Kecam Inzaghi: “Dia Pengkhianat, Hancurkan Inter Demi Uang”

Mantan striker AC Milan, Inter, dan AS Roma, Antonio Cassano, kembali melontarkan komentar pedas terhadap Simone Inzaghi, eks pelatih Inter Milan yang kini menangani klub kaya Arab Saudi, Al-Hilal.

Dalam wawancara dengan Viva el Futbol via FCInter1908, Cassano menuding Inzaghi sebagai sosok yang menghancurkan Inter.

Kepergian Simone Inzaghi yang Penuh Kontroversi

Simone Inzaghi meninggalkan Inter hanya beberapa hari setelah kekalahan 0-5 dari PSG di final Liga Champions 2024-2025.

Bagi para tifosi Nerazzurri, luka itu masih segar. Alih-alih bangkit bersama tim, Inzaghi justru mengumumkan keputusannya bergabung dengan Al-Hilal.

Keputusan tersebut menimbulkan kekecewaan mendalam di kubu Inter. Apalagi, dengan FIFA Club World Cup 2025 di depan mata, klub harus buru-buru mencari pengganti.

Setelah gagal mengamankan Cesc Fabregas, manajemen akhirnya menunjuk Cristian Chivu, sosok muda yang sebelumnya menukangi Parma dan tim Primavera Inter.

Debut Gemilang Cristian Chivu

Meski minim pengalaman di level senior, Chivu langsung menjawab keraguan dengan cara luar biasa. Pada debutnya di Serie A, Inter tampil menawan dan menghancurkan Torino dengan skor telak 5-0 di San Siro.

Kemenangan tersebut bukan hanya menambah kepercayaan diri skuad, tetapi juga membangkitkan harapan baru bagi tifosi. Banyak yang menilai keputusan merekrut Chivu bisa menjadi langkah terbaik Inter dalam beberapa tahun terakhir.

Cassano: “Inzaghi Hanya Pikirkan Uang Arab”

Antonio Cassano, yang dikenal blak-blakan, tidak segan-segan menyebut Inzaghi sebagai pelatih yang hanya mementingkan dirinya sendiri.

“Saya sudah bilang selama empat tahun bahwa Inter ini tim yang sangat kuat. Bahkan jika mereka juara Liga Champions, itu tetap musim gagal. Karena pelatih hanya memikirkan cara pergi,” ujar Cassano.

“Dia tidak peduli dengan Inter. Yang dipikirkan hanya uang Arab, hal-hal lain di luar klub. Dia hancurkan Inter. Selama empat tahun, tim hanya main dengan satu gaya,”

Cassano menambahkan, gaya bermain Inter di bawah Chivu langsung terasa lebih agresif:

“Saya lihat pressing tinggi mereka bahkan saat 0-0, sesuatu yang tidak pernah ada di era Inzaghi. Bek-bek berani man-to-man, langsung menutup striker Torino. Itu baru Inter yang sebenarnya,”

Kritik Pedas: Seharusnya Juara Empat Kali Scudetto

Lebih jauh, Cassano menilai Inzaghi gagal memaksimalkan skuad Inter yang menurutnya seharusnya mendominasi Serie A.

“Dengan kualitas pemain seperti ini, Inter harusnya meraih empat Scudetto dari empat musim. Tapi Inzaghi membuat semuanya berantakan.” Tegas Cassano.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*