Kekalahan menyakitkan Inter Milan dari Bodo/Glimt di play-off Liga Champions tak hanya memicu kekecewaan fans, tetapi juga mengundang kritik keras dari media Italia.
Salah satu suara paling lantang datang dari jurnalis dan komentator ternama Fabio Caressa.
Dalam siaran studio Sky Sport, Caressa secara terbuka mempertanyakan sejumlah keputusan taktik Cristian Chivu, terutama terkait absennya Federico Dimarco dalam laga krusial di Norwegia.
Dimarco Disimpan, Caressa Tak Habis Pikir
Caressa dengan nada sarkastik menyindir keputusan tersebut:
“Dimarco tidak dimainkan di Norwegia? Bahkan kalau saya main futsal hari Kamis pun, saya tetap akan memainkannya…,” tegas Caressa.
Komentar ini mencerminkan betapa pentingnya peran Dimarco dalam sistem permainan Inter Milan.
Bek sayap kiri itu dikenal sebagai salah satu sumber kreativitas utama Nerazzurri, baik lewat umpan silang akurat, tendangan jarak jauh, maupun kontribusi assist di momen-momen krusial.
Tanpa Dimarco, Inter terlihat kehilangan lebar serangan dan variasi build-up, terutama saat menghadapi tekanan intens dari Bodo/Glimt di babak kedua.
Faktor Usia Jadi Sorotan: Mkhitaryan & Acerbi Disentil
Tak berhenti di situ, Caressa juga menyinggung soal faktor usia beberapa pemain senior Inter. Ia secara spesifik menyebut dua nama:
- Henrikh Mkhitaryan
- Francesco Acerbi
Menurutnya, performa keduanya sudah tidak sekuat beberapa musim lalu.
“Apakah beberapa pemain tidak lagi sanggup di usia tertentu? Mkhitaryan dan Acerbi, mereka bukan lagi seperti yang dulu biasa kita lihat… Pada akhirnya Anda akan menanggung akibatnya,”
Pernyataan ini membuka diskusi lebih luas tentang manajemen rotasi dan regenerasi skuad Inter. Dengan jadwal padat antara Serie A dan Liga Champions, kondisi fisik pemain menjadi krusial.

Leave a Reply