Legenda AC Milan dan Juventus, Fabio Capello, melontarkan pandangan kritis terhadap peluang Inter Milan dalam perburuan Scudetto musim ini.
Meski Nerazzurri menutup tahun 2025 sebagai pemuncak klasemen Serie A, Capello menilai mereka bukan favorit utama untuk mengangkat trofi.
Berbicara kepada La Gazzetta dello Sport yang dikutip FCInterNews, Capello justru menunjuk AC Milan sebagai kandidat paling realistis untuk meraih gelar, sebuah pernyataan yang menambah panas persaingan papan atas.
Peta Persaingan Ketat Serie A
Inter memang berada di puncak, namun Cristian Chivu tak bisa berpuas diri. Rossoneri menempel ketat hanya satu poin di belakang, sementara Napoli sebagai juara bertahan berada di posisi ketiga.
Lebih jauh, jarak empat poin saja memisahkan lima tim teratas, dengan Roma dan Juventus ikut mengintai.
Statistik Inter terlihat mengesankan: satu-satunya tim Serie A yang sudah mencetak 30+ gol musim ini, serta catatan 12 kemenangan dari 16 laga di bawah Chivu, tanpa satu pun hasil imbang. Namun, di balik itu, Capello melihat celah.
Capello: Kualitas Ada, Tapi Fokus Bisa Jadi Masalah
Capello mengakui kualitas Inter, bahkan menyebut lini tengah mereka paling unggul di Serie A, serta empat penyerang yang bekerja sangat efektif. Secara angka, Inter tampak solid: 35 gol tercipta, hanya 14 kebobolan.
Namun, Capello menyoroti aspek manajemen momen sebagai potensi batu sandungan.
“Di Serie A, dampak dari sedikit kebobolan sering kali lebih menentukan daripada banyaknya gol yang dicetak,” ujar Capello.
“Inter memiliki kualitas lini tengah yang lebih baik daripada siapa pun, serta lini depan dengan empat penyerang yang bekerja dengan brilian,”
“Jika melihat selisih gol, Cristian Chivu sebenarnya tidak memiliki masalah: 35 gol dicetak dan hanya 14 gol yang kebobolan,”
Menurutnya, Inter kerap meraih kemenangan besar dan meyakinkan, tetapi kadang kehilangan fokus di fase tertentu pertandingan, dan itu bisa berujung kehilangan poin krusial.
“Di mana masalah bisa muncul? Pada distribusi permainan, karena meskipun benar bahwa Inter sering meraih kemenangan besar dan meyakinkan, sama benarnya bahwa terkadang mereka kehilangan fokus dan menyia-nyiakan semuanya,”
Detail di Bergamo yang Menjadi Sinyal Positif
Meski ragu, Capello memuji satu detail penting dari kemenangan Inter di Bergamo melawan Atalanta.
Pada menit-menit akhir, Chivu menarik Lautaro Martínez dan memasukkan seorang gelandang: Diouf, keputusan yang menunjukkan pragmatisme.
“Dalam hal ini, ada detail dalam kemenangan di Bergamo melawan Atalanta yang saya sukai,”
“Pilihan itu mungkin lahir dari kelalaian di masa lalu,” kata Capello, mengisyaratkan bahwa Chivu belajar dari pengalaman,”
Bagi Capello, inilah kunci Scudetto: mengetahui kapan harus menyerang dan kapan mengamankan hasil.
“Pelatih Nerazzurri pun pasti menyadari bahwa, untuk meraih poin di momen tertentu, Anda harus pragmatis.”
AC Milan Lebih Siap Menurut Capello
Capello juga menilai AC Milan sempat kehilangan fokus melawan tim-tim kecil di paruh pertama musim.
“Pada paruh pertama musim, Milan mengalami beberapa penurunan fokus saat menghadapi tim-tim kecil,” ujar Capello.
Namun, ia yakin Massimiliano Allegri (disebut “Max”) akan memperbaiki detail tersebut, terlebih dengan jadwal yang relatif lebih ringan dibanding para pesaing.
Kombinasi fokus, pengalaman, dan manajemen energi membuat Milan di mata Capello lebih siap menghadapi sprint akhir.
“Namun, saya berharap Max, dengan memanfaatkan jadwal yang lebih ‘ringan’ dibandingkan para pesaingnya, bisa memperbaiki hal-hal tersebut.”

Leave a Reply