Inter Milan mendapat peringatan serius jelang duel krusial menghadapi Bodo/Glimt di babak play-off Liga Champions 2025-26.
Mantan pelatih AC Milan dan Timnas Inggris, Fabio Capello, menegaskan bahwa klub asal Norwegia tersebut bukan lawan yang bisa diremehkan, terutama saat menghadapi tim-tim elite Eropa.
Drawing babak play-off mempertemukan Nerazzurri dengan Bodo/Glimt, sebuah tim yang dikenal memiliki mentalitas kuat ketika bertemu lawan-lawan besar. Capello pun mengingatkan agar Inter tidak terjebak dalam rasa percaya diri berlebihan.
Bodo/Glimt, Spesialis Pembunuh Raksasa Eropa
Dalam wawancaranya bersama La Gazzetta dello Sport, Capello menyoroti performa impresif Bodo/Glimt di kompetisi Eropa.
Menurutnya, kemenangan Bodo/Glimt atas Atletico Madrid dan Manchester City menjadi bukti bahwa mereka selalu menaikkan level permainan saat menghadapi klub besar.
Capello menegaskan bahwa hasil tersebut bukan kebetulan semata, melainkan cerminan karakter tim yang kuat secara mental dan taktis.
“Kemenangan mereka atas Atletico Madrid bisa saja terjadi, tetapi yang lebih penting adalah laga sebelumnya melawan Manchester City. Bodo jelas meningkatkan level permainan mereka saat menghadapi tim-tim yang lebih kuat,”
Hal ini menjadi sinyal bahaya bagi Inter, yang wajib tampil maksimal sejak menit pertama.
Faktor Lapangan Sintetis Jadi Tantangan Tambahan
Selain kekuatan mental dan teknis lawan, Capello juga menyoroti faktor lapangan sintetis yang digunakan Bodo/Glimt sebagai tantangan besar.
Bermain di rumput buatan dinilai dapat memengaruhi ritme permainan, pantulan bola, hingga keseimbangan pemain.
“Bermain di lapangan sintetis tidak mudah. Bola memantul berbeda dan keseimbangan berubah,” jelas Capello.
Meski suhu dingin di Norwegia diperkirakan tidak terlalu ekstrem saat play-off, kondisi lapangan tetap menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan oleh Inter.
“Suhu seharusnya membaik untuk babak play-off, jadi cuaca dingin tidak bisa menjadi alasan,”
Mentalitas Jadi Kunci Kesuksesan Inter
Bagi Capello, aspek terpenting dalam laga ini adalah mentalitas. Ia mengingatkan Inter agar tidak merasa beruntung hanya karena mendapat lawan yang dianggap lebih kecil.
Menurutnya, meremehkan lawan adalah kesalahan fatal yang bisa berujung petaka.
“Kesalahan terbesar adalah berpikir ‘kami beruntung dengan undian ini’,” tegas Capello.
Ia menilai sikap tersebut justru bisa membuat Inter kehilangan fokus dan lengah di momen-momen krusial.
Leg Kedua di Milan Jadi Keuntungan Nerazzurri
Meski mengingatkan soal bahaya Bodo/Glimt, Capello tetap optimistis terhadap peluang Inter Milan, terutama karena leg kedua akan digelar di San Siro.
Dengan dukungan penuh tifosi dan kualitas skuad yang lebih unggul, Inter dinilai memiliki keuntungan besar.
Namun, Capello mengingatkan agar Inter tidak mengulangi kesalahan Manchester City, yang disebutnya datang ke Norwegia tanpa keseriusan maksimal.
“Lapangan sintetis memang rumit, tetapi level kedua tim sangat berbeda. Jika pertandingan dijalani dengan serius dan penuh perhatian, maka hal-hal lain menjadi nomor dua,”
“Inter tidak boleh meniru City, yang datang ke sana seolah hanya sedang jalan-jalan,”
Potensi Lawan Berat di Babak Berikutnya
Jika berhasil melewati Bodo/Glimt, Inter berpotensi menghadapi Manchester City atau Sporting CP di babak selanjutnya.
Capello menyebut perbedaan kualitas antara kedua calon lawan tersebut cukup signifikan, terutama jika City berhasil memulihkan pemain-pemain kuncinya dari cedera.
Hal ini membuat perjalanan Inter di Liga Champions masih penuh tantangan ke depan.
“Ada perbedaan besar antara kedua kemungkinan itu, terutama jika City mendapatkan kembali pemain yang cedera,”
Optimisme untuk Klub Italia di Liga Champions
Menutup pernyataannya, Capello menyampaikan optimisme terhadap wakil Italia di kompetisi Eropa musim ini.
Menurutnya, secara di atas kertas, undian yang didapat cukup menguntungkan. Meski lawan-lawan yang dihadapi kuat, peluang tetap terbuka jika tim-tim Italia mampu bermain di level terbaik.
“Jika tim-tim kita tampil maksimal, saya tetap sangat positif.” Pungkas Capello.

Leave a Reply