Kekalahan Inter Milan dari Arsenal di matchday 7 Liga Champions 2025-26 memunculkan perdebatan soal efektivitas sistem permainan Nerazzurri ketika menghadapi tim elite Eropa.
Salah satu analisis paling tajam datang dari legenda sepak bola Kroasia, Zvonimir Boban, yang memberikan pandangannya di studio Sky Sport usai laga di San Siro.
Menurut Boban, Inter sejatinya tampil cukup baik, terutama pada babak pertama. Namun, ada perbedaan mendasar yang terlihat jelas ketika sistem permainan Inter berhadapan dengan struktur taktik Arsenal.
Inter Main Tampil Baik, Tapi Arsenal Lebih Unggul Secara Struktur
Boban menilai anak asuh Cristian Chivu tidak sepenuhnya tampil buruk. Bahkan, ia memuji beberapa individu yang tampil menonjol sepanjang pertandingan.
“Inter bermain cukup baik di babak pertama. Thuram beberapa kali berhasil lolos dari pengawalan. Lautaro lebih tenang malam ini, lebih terkendali,” ujar Boban.
Ia juga menyoroti performa Petar Sucic yang dinilainya tetap impresif meski melakukan satu kesalahan fatal.
“Sucic, terlepas dari satu kesalahan besar yang objektif, sebenarnya memainkan pertandingan yang sangat bagus,”
Sementara itu, Federico Dimarco dinilai efektif saat membantu serangan, tetapi kesulitan saat harus bertahan menghadapi kecepatan dan agresivitas Bukayo Saka.
“Dimarco bagus saat membantu serangan, tetapi ia kesulitan menghadapi Saka yang sering menantangnya secara langsung,”
Sistem 3-5-2 Inter Dipuji, Tapi Ada Kelemahan
Boban secara terbuka mengakui bahwa Inter sangat memahami dan mengeksekusi sistem permainannya dengan baik.
Ia bahkan menilai keputusan Chivu untuk tidak mengubah pendekatan taktik sudah tepat.
“Inter menafsirkan sistem permainannya dengan sempurna. Sudah benar untuk tidak mengubahnya dan terus percaya pada identitas sendiri,”
Namun, mantan pemain AC Milan dan Real Madrid itu menekankan bahwa laga melawan Arsenal memperlihatkan perbedaan signifikan antara sistem tiga bek dan empat bek.
Keunggulan Sistem Empat Bek Terlihat Jelas
Dalam analisisnya, Boban menyebut sistem dengan empat bek memberikan keuntungan dari sisi jarak antarlini dan perlindungan sisi lapangan.
“Dalam pertandingan ini terlihat jelas perbedaan bagaimana sebuah sistem bisa mengubah permainan. Dengan empat bek di belakang, jaraknya berbeda, dan itu memberi keuntungan,”
Ia menambahkan bahwa dalam skema 3-5-2, beban kerja pemain sayap dan bek lebih berat, terutama saat harus menutup ruang di sisi lapangan.
“Saya pernah bermain di semua sistem. Dengan 3-5-2, lebih sulit untuk berlari dan menutup sisi lapangan. Malam ini saya benar-benar melihat betapa lebih mudahnya bermain dengan jarak yang berbeda.”
Komentar Boban menjadi refleksi penting bagi Inter Milan, terutama menjelang fase krusial Liga Champions.
Meski identitas permainan sudah kuat, laga melawan Arsenal menunjukkan bahwa detail taktik dan fleksibilitas sistem masih bisa menjadi pembeda di level tertinggi Eropa.
Bagi Chivu dan skuad Inter, kekalahan ini bukan sekadar hasil negatif, tetapi juga pelajaran berharga tentang bagaimana sistem permainan bisa menentukan jalannya laga saat berhadapan dengan tim elite seperti Arsenal.

Leave a Reply