Blunder Sommer Lawan Pisa Buka Peluang Josep Martinez Jadi Starter

Inter Milan memang berhasil memantapkan posisi mereka di puncak klasemen Serie A 2025-26, namun kemenangan dramatis 6-2 atas Pisa justru meninggalkan tanda tanya besar.

Di balik pesta gol dan reaksi luar biasa tim asuhan Cristian Chivu, satu isu mencuat ke permukaan dan mulai mengusik ketenangan nerazzurri: situasi Yann Sommer di bawah mistar.

Seperti ditulis Corriere dello Sport, apa yang awalnya sekadar masalah kini berpotensi berkembang menjadi “kasus Sommer”. Sebuah alarm dini bagi Inter di tengah jadwal padat dan target besar musim ini.

Inter Hampir Terjerumus, Dimarco Jadi Titik Balik

Laga melawan Pisa sejatinya nyaris berubah menjadi psikodrama. Inter tertinggal 0-2 hanya dalam setengah jam, dengan dua gol yang disebut CorSport “disajikan di atas piring perak”. Nerazzurri tampak kehilangan keseimbangan dan berjalan di tepi jurang.

Situasi baru berbalik setelah masuknya Federico Dimarco. Bek kiri timnas Italia itu menghidupkan kembali intensitas, kualitas, dan struktur permainan Inter Milan.

Gol-gol yang tercipta sebelum turun minum memberi napas lega, membuat babak kedua berjalan lebih terkendali meski masih diwarnai satu-dua momen menegangkan dari bola mati.

Namun, di balik kebangkitan itu, kesalahan fatal Sommer di awal laga tak bisa diabaikan.

Kesalahan Sommer dan Awal Mula Kegelisahan San Siro

Sorotan utama tertuju pada Yann Sommer. Kiper veteran asal Swiss tersebut kembali terlibat dalam momen krusial yang merugikan tim.

Umpan balik Henrikh Mkhitaryan memang tidak ideal, tetapi keputusan Sommer yang terlalu maju dan eksekusi operan yang buruk justru membuka pintu bagi Stefano Moreo.

Tanpa ragu, Moreo melepaskan tembakan pertama ke gawang kosong, sebuah gol yang bahkan tak ia duga bisa tercipta semudah itu.

Menurut CorSport, rangkaian ketidakpastian Sommer sepanjang musim kini mencapai titik tertinggi.

Dan meski kali ini Inter berhasil lolos tanpa hukuman berat, refleksi mendalam menjadi tak terelakkan.

Apalagi, untuk pertama kalinya, terdengar mugugni alias gumaman ketidakpuasan dari tribun San Siro. Sebuah sinyal yang tak pernah bisa dianggap sepele di klub sebesar Inter.

Sommer Masih Dipercaya, Tapi Waktu Josep Martinez Bisa Tiba

Dalam waktu dekat, perubahan besar tampaknya belum akan terjadi. CorSport menilai sangat kecil kemungkinan Josep Martinez dimainkan pada laga krusial di Dortmund pada Kamis mendatang (29/1/2026). Pengalaman dan hierarki masih berpihak pada Sommer.

Namun, jadwal padat pertandingan menyimpan momen penting. Laga kontra Cremonese pada 2 Februari disebut-sebut bisa menjadi titik balik.

Jika Chivu ingin meredam tekanan, sekaligus mengirim sinyal kompetisi sehat di posisi penjaga gawang, maka itulah saat yang paling realistis bagi Josep Martinez untuk kembali menjadi starter.

Keputusan Sulit Chivu, Demi Stabilitas Musim

Inter sedang berada di jalur yang tepat untuk meraih target besar. Namun, sejarah mengajarkan bahwa detail kecil, termasuk kepercayaan di bawah mistar bisa menentukan segalanya.

Chivu kini dihadapkan pada dilema klasik: mempertahankan hierarki atau mengambil risiko demi ketenangan tim.

Yang jelas, “kasus Sommer” sudah terjadi. Dan bagaimana Inter Milan menanganinya akan sangat menentukan arah musim Nerazzurri ke depan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*