Yann Bisseck tampil sebagai cover Matchday Programme laga Inter Milan vs Pisa di pekan ke-22 Serie A 2025-26, sekaligus membuka sisi personal dan mentalitasnya dalam sebuah wawancara yang sarat makna.
Di tengah persaingan ketat dan tuntutan tinggi bermain untuk klub sebesar Inter, Bisseck menegaskan satu hal: Resiliensi (tangguh) adalah kunci utama perjalanan kariernya.
Resiliensi, Fondasi Karier Yann Bisseck
Ketika ditanya tentang karakter yang paling membantunya berkembang sebagai pesepak bola profesional, Bisseck menjawab tanpa ragu.
“Resiliensi. Jika kamu resilien dan terus berjuang, pada akhirnya kamu akan keluar lebih kuat,”
Pernyataan ini mencerminkan perjalanan kariernya yang tidak selalu mulus. Bisseck dikenal sebagai pemain yang terus bangkit dari berbagai tantangan, baik cedera maupun persaingan di level tertinggi.
Ingin “Mencuri” Teknik Tembakan Zielinski
Meski dikenal sebagai bek dengan postur fisik kuat dan gaya bermain agresif, Bisseck tak segan mengakui kekagumannya pada kualitas teknis rekan setimnya.
“Mungkin teknik menembak Piotr Zieliński,”
Pengakuan ini menunjukkan ambisi Bisseck untuk terus berkembang, tak hanya sebagai bek tangguh, tetapi juga pemain modern yang komplet.
Dari Jersey Roy Makaay hingga Inter Milan
Kenangan masa kecil Bisseck tak lepas dari sepak bola.
“Saya berusia 3–4 tahun saat ayah memberi saya jersey pertama. Nomor 10 Bayern Munich milik Roy Makaay,”
Dari seorang bocah penggemar Bayern, kini Bisseck menjadi bagian penting dari lini belakang Inter, sebuah perjalanan panjang yang penuh kerja keras.
Momen Tak Terlupakan: Tukar Jersey di Usia 16 Tahun
Salah satu cerita paling berkesan bagi Bisseck terjadi saat debut profesionalnya.
“Kami bermain melawan Hertha Berlin, dan saya menukar jersey dengan striker lawan. Dia cukup terkejut melihat pemain 16 tahun tampil di level itu. Saya masih menyimpan jersey itu, dibingkai di kamar saya di Jerman,”
Momen tersebut menjadi simbol awal keyakinannya bahwa ia memang ditakdirkan untuk level tertinggi.
Kepribadian yang Mudah Berbaur
Tak hanya soal kualitas di lapangan, Bisseck juga menyoroti sisi personalnya.
“Saya orang yang sangat mudah diajak bergaul, sangat mudah berada di sekitar saya,”
Karakter ini menjadi nilai tambah di ruang ganti Inter yang sarat pemain berpengalaman dan bintang dunia.
Pelajaran Terbesar dalam Karier
Bisseck menyampaikan pesan kuat tentang mentalitas.
“Jangan pernah membiarkan diri dipengaruhi peristiwa negatif. Kita manusia, hal buruk bisa terjadi. Kita harus bertanggung jawab, tapi juga keluar dari situasi itu dengan lebih kuat,”
Inter Milan, Sebuah Mimpi Jadi Kenyataan
Bagi Bisseck, Inter bukan sekadar klub.
“Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Bermain untuk salah satu klub terbesar di dunia, dengan sejarah luar biasa. Ya, ini benar-benar mimpi yang menjadi kenyataan.”

Leave a Reply