Biasin Kritik Sikap Inter Lawan Bodo/Glimt: “Terlalu Santai, Seperti Piknik”

Kekalahan Inter Milan di ajang UEFA Champions League dari Bodo/Glimt memicu sorotan tajam.

Jurnalis ternama Italia, Fabrizio Biasin, melontarkan kritik pedas terhadap performa Nerazzurri yang dinilainya tampil dengan pendekatan terlalu santai di Norwegia.

Berbicara dalam siaran langsung di kanal Twitch FCIN1908, Biasin menilai Inter tidak menunjukkan mentalitas yang biasanya menjadi kekuatan mereka musim ini.

Seperti Piknik di Norwegia

Menurut Biasin, Inter seolah memainkan laga tersebut tanpa intensitas maksimal.

“Saya merasa Inter menjalani pertandingan itu hampir seperti piknik di Norwegia. Babak pertama cukup baik, tapi babak kedua sangat buruk. Inter bermain dengan cara yang keliru dalam banyak aspek,” ujarnya.

Ia menyoroti dua gol yang bersarang dengan pola serupa, menunjukkan kurangnya konsentrasi dan organisasi pertahanan.

“Mereka kebobolan dua gol yang sama,”

Biasin bahkan menyebut ada “kecerobohan” yang sebelumnya belum pernah ia lihat dari Inter musim ini.

“Secara keseluruhan Inter bermain buruk, dengan sedikit kecerobohan yang musim ini belum pernah saya lihat. Itu bisa saja terjadi, tetapi sekarang untuk membalikkan keadaan Anda harus memainkan pertandingan yang luar biasa,”

“Keberuntungan tim Norwegia mereka bangun di kandang, tetapi belakangan ini mereka juga cukup efektif saat bermain tandang,”

Masalah Fisik dan Mentalitas

Selain aspek teknis, Biasin menyinggung adanya masalah fisik di dalam skuad. Jadwal padat dan intensitas kompetisi mulai terlihat berdampak pada performa tim.

“Ada beberapa masalah dari sisi fisik, sekarang ada Lecce dan kemudian leg kedua Liga Champions yang sangat penting,”

Inter memang dituntut segera bangkit karena jadwal domestik tidak memberi ruang untuk berlarut dalam kekecewaan.

Leg Kedua Jadi Penentu

Biasin menegaskan bahwa Liga Champions bukan hanya soal mencapai final setiap musim, tetapi tentang menjaga standar.

“Liga Champions itu sangat penting, bukan berarti harus mencapai final setiap tahun, tetapi tentu tidak boleh tersingkir oleh tim yang lebih lemah dari Anda. Dalam pikiran saya, baik Lecce maupun Bodo sama-sama sangat penting.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*