Inter Milan kembali menunjukkan superioritasnya, kali ini lewat kemenangan meyakinkan atas Sassuolo. Namun di balik hasil tersebut, ada satu detail menarik yang disorot tajam oleh legenda Nerazzurri, Beppe Bergomi: efektivitas Inter dalam mencetak gol dari situasi sepak pojok.
Berbicara di program Sky Calcio Club, Bergomi mengupas secara teknis mengapa Inter Milan begitu mematikan saat bola mati, dan mengapa hal itu bukan sekadar soal postur atau kekuatan fisik semata.
Bukan Soal Lompat Tinggi, Tapi Kualitas Eksekusi
Menurut Bergomi, kesuksesan Inter dalam mencetak gol dari corner justru berawal dari kualitas pengumpan, bukan dari banyaknya pemain yang maju untuk duel udara.
“Gol dari sepak pojok? Kreditnya selalu untuk pemain yang melakukan crossing. Inter terlihat seperti tim yang fisik, tapi para gelandang mereka justru tidak ikut meloncat,” ujar Bergomi.
Ia menegaskan bahwa kunci utama terletak pada akurasi dan variasi tendangan sudut. Inter dinilai sangat berkembang dibanding musim lalu, terutama dari sisi kiri.
Peran Krusial Calhanoglu dan Dimarco
Bergomi secara khusus menyoroti perubahan signifikan saat Hakan Calhanoglu dan Federico Dimarco berada di lapangan.
“Saat Inter bermain tanpa Calhanoglu dan Dimarco, eksekusi corner terlihat berbeda. Sekarang, dari sisi kiri cara menendang bolanya jauh lebih bervariasi dibanding musim lalu,”
Dalam laga melawan Sassuolo, Inter kembali menunjukkan kecerdikan taktik. Jika biasanya mereka menyerang tiang dekat, kali ini bola diarahkan ke tiang jauh, mencari keunggulan duel udara pemain seperti Yann Aurel Bisseck.
Meski kiper Sassuolo, Muric, dinilai melakukan kesalahan, Bergomi menilai kecepatan dan arah bola membuat situasi sulit diantisipasi.
“Saat melawan Sassuolo pun mereka tampil cerdas: biasanya lawan mengantisipasi di tiang dekat, kali ini bola diarahkan ke tiang jauh. Memang benar Muric melakukan kesalahan, tetapi lintasan bolanya cepat dan Inter Milan mampu mengincar duel penjagaan di mana mereka punya keunggulan seperti Bisseck,” sambung Bergomi.
Juventus Tak Akan Menunggu, Inter Harus Siap Risiko
Tak hanya membahas Sassuolo, Bergomi juga menyinggung duel panas kontra Juventus yang sudah di depan mata. Menurutnya, Bianconeri bukan tipe tim yang menunggu.
“Juventus tidak mempelajari lawan terlalu lama, mereka langsung menyerang. Mereka akan melakukan hal yang sama melawan Inter.”
Namun, Bergomi mengingatkan bahwa pendekatan agresif Juventus juga menyimpan risiko besar.
“Jika ingin menyulitkan Inter, kamu harus menyerang. Tapi itu berbahaya, karena Inter jika diserang bisa keluar dari tekanan dan sangat mematikan.”
Dengan duel melawan Juventus di depan mata, efektivitas bola mati dan keberanian menyerang bisa menjadi faktor penentu dalam pertarungan papan atas Serie A.

Leave a Reply