Kekalahan pahit lewat adu penalti melawan Bologna di semifinal Supercoppa Italia masih terasa perih bagi Inter Milan
Dua nama yang ikut terseret dalam sorotan adalah Nicolo Barella dan Alessandro Bastoni, dua senatori Nerazzurri yang kini siap memimpin misi kebangkitan.
Bagi Inter, respons atas kekecewaan di Riyadh tak boleh ditunda. Serie A menanti, puncak klasemen harus dipertahankan, dan laga kontra Atalanta di pekan ke-17 menjadi titik awal penebusan.
Barella dan Bastoni: Dari Sasaran Kritik Menuju Motor Kebangkitan
Barella dan Bastoni bukan pemain sembarangan di skuad Inter Milan. Keduanya telah lama menjadi fondasi permainan Nerazzurri, baik dari sisi kualitas teknis, kepemimpinan, maupun kontinuitas performa.
Namun dalam beberapa pekan terakhir, performa mereka sempat disorot. Puncaknya adalah kegagalan mengeksekusi penalti di Supercoppa, momen yang mengundang kritik tajam.
Meski demikian, seperti disorot Corriere dello Sport, justru dari dua nama inilah semangat kebangkitan Inter dimulai.
Keinginan untuk segera membalas kekecewaan, “menggembungkan dada”, dan kembali menegaskan dominasi di Serie A menjadi bahan bakar utama Barella dan Bastoni.
Data Bicara: Pilar Utama Sekaligus Alarm untuk Inter
Angka penggunaan kedua pemain ini di era Cristian Chivu berbicara sangat jelas.
- Alessandro Bastoni: 1.735 menit bermain
- Nicolo Barella: 1.640 menit bermain
Menariknya, keduanya adalah dua pemain paling sering dimainkan di skuad, bahkan melampaui penjaga gawang utama Yann Sommer. Fakta ini menegaskan betapa vital peran mereka dalam struktur permainan Inter.
Namun di balik itu, data ini juga membuka satu celah besar: minimnya alternatif yang mampu memberikan dampak serupa.
Ketergantungan tinggi pada Barella dan Bastoni menjadi pedang bermata dua, kekuatan sekaligus potensi risiko dalam jangka panjang.
Barella, Jantung Lini Tengah Nerazzurri
Kontribusi Barella nyaris tanpa jeda. Gelandang timnas Italia itu:
- Hanya absen satu laga, yakni di Coppa Italia melawan Venezia
- Starter di 19 dari 22 pertandingan
- Masuk sebagai pemain pengganti hanya dua kali
Dalam laga kontra Atalanta, Barella kembali akan menjadi poros lini tengah bersama Hakan Calhanoglu, dengan Henrikh Mkhitaryan difavoritkan mengisi slot ketiga, unggul tipis atas Piotr Zielinski.
Bastoni Kembali Pimpin Lini Belakang
Di lini pertahanan, Bastoni tetap menjadi figur kunci. Dengan kemampuannya membangun serangan dari belakang dan membaca permainan, kehadirannya sulit tergantikan.

Leave a Reply