Gelandang andalan Inter Milan, Nicolo Barella secara sportif mengakui bahwa Bodo/Glimt memang layak melangkah ke babak 16 besar Liga Champions 2025-26.
Namun di balik kekecewaan itu, Barella menegaskan satu hal penting: target utama Inter sejak awal musim tetaplah Scudetto.
Inter Tersingkir, Barella Tak Cari Alasan
Inter menjamu Bodo/Glimt di San Siro dengan misi membalikkan kekalahan 1-3 di leg pertama di Norwegia. Secara statistik, Nerazzurri mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang. Namun efektivitas menjadi masalah besar.
Kesalahan fatal dari Manuel Akanji yang berujung gol pembuka Jens-Petter Hauge menjadi titik balik pertandingan. Tambahan gol dari Hakon Evjen membuat situasi semakin sulit, sebelum Alessandro Bastoni hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat situasi bola mati.
Agregat akhir 5-2 memastikan Inter angkat koper lebih cepat dari yang diharapkan.
Barella tidak mencoba membela diri.
“Kami kebobolan karena kesalahan individu, itu bisa terjadi dalam sepak bola. Hal tersulit adalah memecah kebuntuan dan kami tidak melakukannya. Bodo pantas mendapat ucapan selamat, mereka mengalahkan kami kandang dan tandang, jadi jelas mereka layak lolos,” ujar Barella kepada Sky Sport Italia.
Perjalanan Eropa Terhenti, Fokus Beralih ke Domestik
Dalam beberapa musim terakhir di bawah arahan Simone Inzaghi, Inter menjadi wakil Italia paling konsisten di kompetisi Eropa, bahkan dua kali mencapai final Liga Champions dalam tiga musim terakhir.
Kegagalan kali ini menjadi eliminasi paling awal sejak era Antonio Conte pada musim 2020-21. Bedanya, saat itu Inter masih turun ke Liga Europa. Kini, perjalanan kontinental mereka benar-benar berakhir.
Barella juga menyinggung sistem baru Liga Champions yang membuat Inter harus menjalani play-off tambahan setelah gagal finis di delapan besar, sesuatu yang menurutnya bisa saja dihindari andai tak ada penalti kontroversial melawan Liverpool akibat tarikan ringan Bastoni.
“Ada kekecewaan karena kami ingin bersaing di semua kompetisi. Kami mencoba, mereka lebih baik,”
Target Utama: Scudetto Sejak Awal Musim
Meski kecewa, Barella langsung mengalihkan fokus ke kompetisi domestik. Inter saat ini memimpin klasemen Serie A dengan keunggulan 10 poin—posisi yang sangat strategis untuk mengunci gelar.
Selain itu, mereka juga masih berlaga di semifinal Coppa Italia menghadapi Como.
“Kami selalu ingin melangkah sejauh mungkin di setiap kompetisi. Terakhir kali kami tersingkir oleh Atletico Madrid, kami kemudian memenangkan Scudetto. Kali ini kami tersingkir oleh Bodo dan unggul 10 poin di Serie A. Target kami tetap Scudetto, dan itu sudah menjadi tujuan sejak awal musim ini.”
Pernyataan ini menjadi pesan tegas bahwa mentalitas juara belum hilang dari ruang ganti Inter.

Leave a Reply