Marcus Thuram memulai musim ini dengan penuh optimisme. Musim ketiganya bersama Inter Milan sempat terlihat menjanjikan, sebelum sebuah cedera otot menghambat ritme dan kontinuitas sang penyerang.
Memasuki tahun baru (2026), Thuram kini dihadapkan pada tantangan besar: menemukan kembali performa terbaiknya demi menjaga laju Inter Milan di semua kompetisi.
Cedera yang Mengubah Momentum Thuram
Awal Oktober menjadi momen yang memutus laju impresif performanya. Dalam laga Liga Champions melawan Slavia Praha, Thuram mengalami gangguan pada otot bisep femoris kaki kiri.
Cedera tersebut memaksanya absen dalam enam pertandingan penting: Lima di Serie A dan satu di Liga Champions, tepat saat ia sedang berada dalam tren positif.
Padahal, sebelumnya penyerang asal Prancis ini tampil eksplosif. Ia membuka musim dengan dua gol di Serie A kontra Torino dan Dua gol di Liga Champions kontra Ajax, memperlihatkan ketajaman yang konsisten sejak musim lalu.
Statistik Musim Ini: Masih Menjanjikan, Tapi Belum Maksimal
Hingga paruh awal musim, Thuram telah mencatatkan 18 penampilan di semua kompetisi:
- 11 laga Serie A
- 5 laga Liga Champions
- 1 Supercoppa
- 1 Coppa Italia
Dari jumlah tersebut, ia mengoleksi 9 gol dan 2 assist. Menariknya, distribusi golnya cukup kontras:
- 5 gol sebelum cedera
- 4 gol setelah kembali bermain (1 di Serie A, 2 di Coppa Italia, dan 1 gol kilat di Supercoppa)
Angka ini menunjukkan bahwa cedera memang berdampak langsung pada produktivitas dan ritme permainan Thuram.
Perbandingan dengan Dua Musim Sebelumnya
Jika menengok ke belakang, pengaruh cedera semakin terlihat jelas. Pada musim debutnya bersama Inter (2023–2024) yang berujung Scudetto hingga akhir Desember Thuram telah mencatat:
- 25 penampilan
- 8 gol
- 10 assist
Sementara pada periode yang sama musim lalu (2024-25), ia bahkan tampil lebih tajam dengan:
- 13 gol
- 6 assist
dari 23 laga (18 Serie A, 5 Liga Champions).
Perbandingan ini menegaskan bahwa musim ini bukan soal penurunan kualitas, melainkan terputusnya momentum akibat cedera.
Peran Thuram Tetap Krusial bagi Inter
Selama Thuram menepi, Inter tak sepenuhnya kehilangan daya gedor. Bonny dan Esposito mampu mengisi kekosongan dan membantu Lautaro Martínez.
Namun, kehadiran Thuram tetap memberikan dimensi berbeda: kecepatan, fisik, dan kemampuan membuka ruang.
Golnya ke gawang Atalanta sempat memberi harapan, meski dianulir karena offside. Sementara di Supercoppa melawan Bologna, Thuram mencetak gol hanya beberapa detik setelah kick-off, menegaskan insting menyerangnya belum pudar.
Januari Padat Menanti: Momen Kebangkitan Thuram
Inter Milan memasuki Januari 2026 dengan jadwal super padat: satu laga setiap tiga hari.
Di Serie A, Nerazzurri akan menghadapi Bologna, Parma, Napoli, Lecce, Udinese, dan Pisa.
Sementara di Liga Champions, dua laga krusial melawan Arsenal dan Borussia Dortmund akan menentukan nasib Inter menuju babak 16 besar.
Dalam fase inilah Inter sangat membutuhkan:
- Gol-gol Thuram
- Assist dan kreativitasnya
- Daya ledak dan unpredictability di lini depan.

Leave a Reply