Eks gelandang AC Milan, Massimo Ambrosini, ikut memberikan pandangannya soal wajah baru Inter Milan musim ini.
Ia secara khusus menyoroti gaya permainan Inter di bawah pelatih anyar Cristian Chivu, dan dampak positif dari Petar Sucic, serta potensi besar yang dimiliki dua penyerang muda, Ange-Yoan Bonny dan Francesco Pio Esposito.
Dalam wawancara bersama Cronache di Spogliatoio, Ambrosini mengaku terkesan dengan cara Sucic yang langsung beradaptasi di laga debut Serie A.
“Sucic terlihat kuat, ia langsung bisa menyesuaikan diri dengan konteks permainan. Dia bisa bermain di berbagai peran lini tengah karena mampu memberikan assist sekaligus merebut bola,” ujar Ambrosini, seperti dilansir FCInternews.
Bonny dan Pio Esposito: Lebih dari Sekadar Alternatif
Selain Sucic, Ambrosini juga menyoroti lini depan Inter yang kini memiliki kedalaman lebih baik. Kehadiran Bonny dan Esposito menurutnya bisa menjadi solusi penting dalam rotasi pemain.
“Bonny lebih dari sekadar alternatif, begitu juga Pio Esposito. Mereka jelas memberikan sesuatu yang lebih ketimbang Correa dan Arnautovic musim lalu. Kalau para penyerang utama perlu istirahat, Inter tidak akan kehabisan tenaga di akhir musim,” tambahnya.
Pernyataan ini memperlihatkan keyakinan bahwa Inter kini punya cadangan striker berkualitas yang bisa menjaga konsistensi performa tim sepanjang kompetisi.
Filosofi Baru Cristian Chivu
Ambrosini kemudian menyoroti perubahan gaya bermain Inter di bawah pelatih baru, Cristian Chivu.
Mantan kapten Milan itu menilai Inter kini tampil lebih agresif, terutama melalui peran para wing-back dan gelandang.
“Sikap bermain yang lebih agresif ini lahir dari interpretasi baru para gelandang dan pemain sayap. Dumfries dan Dimarco harus berani menekan lebih tinggi,” jelasnya.
Namun, ia juga memberi catatan soal potensi kelemahan yang perlu diwaspadai.
“Batasan tim ini adalah minimnya bek yang punya kecepatan mundur. Jika pressing gagal ditembus, Inter bisa kesulitan menghadapi serangan balik.”

Leave a Reply