Akanji Buka Alasan Tinggalkan Manchester City, Kini Fokus ke Inter Milan

Bek timnas Swiss, Manuel Akanji angkat bicara soal keputusannya meninggalkan Manchester City dan bergabung dengan Inter Milan pada bursa transfer musim panas lalu.

Dalam wawancara panjang bersama stasiun televisi Swiss SRF di program Gedrig Direckt, Akanji menjelaskan situasi sulit yang membuatnya memilih hengkang dari Etihad Stadium, sekaligus menyinggung masa depannya di Giuseppe Meazza.

Adaptasi di Inter: “Awalnya Sangat Menegangkan”

Akanji tiba di Inter dengan status pinjaman pada detik-detik terakhir bursa transfer. Ia mengakui bahwa proses tersebut tidak mudah.

“Sekarang saya sudah merasa nyaman. Tapi di awal itu sangat menegangkan karena semuanya terjadi di menit terakhir,” ujarnya.

Transfer yang terjadi mendadak tentu berdampak besar, bukan hanya untuk sang pemain, tetapi juga keluarganya. Akanji menegaskan bahwa istri dan anak-anaknya selalu menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan kariernya.

“Istri dan anak-anak saya adalah pusat dari segalanya. Kami sudah membicarakan kemungkinan ini jauh sebelumnya,”

Ia bahkan mengakui adanya rasa bersalah karena keluarganya harus terus beradaptasi mengikuti kariernya. Dengan tiga anak yang kini harus pindah lingkungan, proses relokasi terasa jauh lebih berat dibanding saat pertama kali pindah ke Inggris.

“Sedikit. Tapi itu juga merupakan kepindahan tersulit sejauh ini. Ketika kami pindah ke Manchester, kami hanya memiliki putra sulung kami. Sekarang kami memiliki tiga anak,”

Mengapa Tinggalkan Manchester City?

Banyak yang terkejut dengan kepergian Akanji dari Manchester City. Namun sang pemain membeberkan alasan logis di balik keputusannya.

Menurutnya, City memiliki enam bek tengah yang semuanya dalam kondisi fit. Situasi itu membuat persaingan semakin ketat, sementara hanya dua pemain yang bisa bermain secara reguler.

“Manchester City tiba-tiba memiliki enam bek tengah yang semuanya dalam kondisi fit di dalam skuad pada musim panas, tetapi hanya dua yang akan bermain secara reguler. Ketika saya tidak bermain di awal musim, saya mulai mengevaluasi opsi yang saya miliki bersama agen saya,”

Akanji juga menyinggung sisi keras dunia sepak bola.

“Klub sering menuntut loyalitas dari pemain, tetapi tidak selalu memberikan hal yang sama. Kadang pemain harus mengambil keputusan yang terlihat egois,”

Pernyataan ini memperlihatkan realitas profesionalisme sepak bola modern, di mana keputusan karier sering kali harus diambil demi kelangsungan performa dan perkembangan diri.

Masa Depan di Inter: “Saat Ini Fokus di Sini”

Meski masih berstatus milik Manchester City, Akanji menegaskan tidak ada konflik loyalitas.

“Tidak. Tapi tentu ada banyak tanda tanya. Apa yang akan terjadi di musim panas? Apakah saya akan pindah ke klub lain? Untuk sekarang, fokus saya sepenuhnya di Inter,”

Pernyataan tersebut membuka spekulasi bahwa masa depannya masih belum pasti. Namun satu hal jelas: performa konsisten di Inter bisa menjadi faktor penentu apakah klub akan mempermanenkannya.

Kecerdasan dan Mentalitas: Kunci Karier Akanji

Akanji dikenal sebagai pemain dengan kecerdasan taktik tinggi. Ia mengaku selalu menonton ulang pertandingan untuk mengevaluasi kesalahan.

“Saya selalu menonton kembali pertandingan saya untuk belajar dari kesalahan,”

Ia juga menanggapi stereotip bahwa atlet kurang cerdas.

“Menjadi cerdas bukan hanya soal matematika. Banyak orang menyamakan hitung cepat dengan kecerdasan, padahal jauh lebih luas dari itu,”

Mentalitasnya tercermin dari tato bertuliskan “Prove them wrong” — bukti semangat bangkit setelah mengalami cedera ligamen cruciatum anterior (ACL) di usia muda. Banyak yang meragukan comeback-nya, namun ia justru kembali lebih kuat.

Prioritas Keluarga dan Masa Depan

Di luar lapangan, Akanji kini memiliki perspektif hidup yang berbeda dibanding saat masih remaja.

“Dulu saya menginginkan pakaian bermerek dan iPhone terbaru. Sekarang, kemewahan bukan lagi hal penting,”

Ia juga menegaskan tidak tertarik menjadi pelatih setelah pensiun.

“Saya ingin kehidupan yang lebih teratur dan waktu untuk keluarga.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*