Eks bek dan analis sepak bola, Lele Adani membahas kemenangan dramatis Inter Milan atas Hellas Verona di pekan ke-10 Serie A 2025-26, laga yang diwarnai hujan, gol spektakuler, dan keputusan wasit yang sempat memicu perdebatan.
Gol Zielinski yang Menghipnotis
Berbicara di program La Domenica Sportiva (via FCIinter1908), Adani membuka analisisnya dengan pujian tinggi untuk Piotr Zielinski, sang pencetak gol pembuka bagi Inter Milan.
“Gol Zielinski? Kami menganalisis pertandingan, tapi yang membuat kami terkesima adalah kehebatannya. Hal seperti itu yang membangkitkan emosi dan membuat orang membeli tiket,” ujar Adani.
“Di sini, kamu bahkan tidak tahu mana yang lebih indah, umpan atau golnya. Umpan sudut dari Calhanoglu luar biasa, dan tembakan Zielinski sama menakjubkannya,”
“Dia bergerak dari garis tengah ke ruang tembak dengan timing sempurna. Kalau sudut bola tidak dieksekusi sempurna, gol itu tidak terjadi,”
Menurutnya, gol tersebut menunjukkan kelas Inter Milan dalam situasi bola mati, namun secara keseluruhan tim asuhan Cristian Chivu tidak tampil dalam performa terbaiknya.
“Inter membuka skor, tapi tidak memainkan laga besar. Mereka menang di detik terakhir lewat gol bunuh diri, di bawah hujan lebat dan tekanan konstan,” tambahnya.
Kasus Bisseck
Salah satu momen paling ramai dibicarakan terjadi ketika Yann Bisseck mendapat kartu kuning dalam situasi yang diperdebatkan banyak pihak.
Sejumlah komentator menyebut bek Jerman itu seharusnya diganjar kartu merah karena dianggap last man foul.
Namun Adani membantah anggapan tersebut dan menilai keputusan wasit tidak salah.
“Itu situasi yang tidak mudah. Kadang kita ingin keputusan hitam putih, tapi ini salah satu momen abu-abu. Menurut saya, Bisseck bukan pemain terakhir,” tegas Adani.
“Giovane menggeser bola ke arah Sucic, dan Sucic jelas sedang berlari kembali. Sucic bisa melakukan intervensi. Jadi bukan situasi di mana Bisseck menjadi satu-satunya pemain,”
Pernyataan Adani ini sekaligus membantah teori konspirasi atau tudingan “perlakuan khusus” terhadap Inter yang sempat muncul di media sosial setelah pertandingan.
Analisis Objektif: Inter Menang, Tapi Tidak Dominan
Mantan pemain Fiorentina dan Inter itu juga menyoroti bahwa kemenangan Nerazzurri bukan karena dominasi, melainkan ketahanan mental dan sedikit keberuntungan.
“Laga ini berat, dalam kondisi lapangan sulit di tengah hujan. Verona bermain dengan semangat luar biasa, tapi Inter menunjukkan karakter besar. Mereka tahu cara menang, bahkan di hari di mana permainan mereka tidak sempurna.” Tutup Adani.

Leave a Reply