Inter Milan bersiap menghadapi Bologna dalam laga semifinal EA Sports FC Supercup 2025/26, Sabtu (20/12/2025) pukul 02.00 WIB di Al-Awwal Park Stadium, Riyadh.
Laga ini akan menjadi pertemuan perdana Inter dan Bologna dalam sejarah Supercoppa Italiana.
Namun jelang duel penting tersebut, sorotan tertuju pada statistik, rekor, dan tren performa menunjukkan satu hal jelas: Inter datang sebagai tim paling komplet di Italia saat ini, dengan Lautaro Martinez sebagai simbol utama produktivitas Nerazzurri.
Rekam Jejak Bologna vs Inter: Nerazzurri Unggul Sejarah
Bologna dan Inter sudah berhadapan 182 kali di semua kompetisi. Nerazzurri unggul jauh dengan 90 kemenangan, berbanding 52 kemenangan untuk Bologna dan 40 hasil imbang.
Menariknya, Inter adalah tim paling subur ke gawang Bologna sejak musim 1929/30, dengan 288 gol.
Meski begitu, tren terbaru menunjukkan Bologna bukan lawan yang mudah: Rossoblù tak terkalahkan dalam lima dari enam pertemuan terakhir melawan Inter di semua ajang (3 kemenangan, 2 imbang).
Pertandingan ini juga menjadi duel lapangan netral kedua sepanjang sejarah kedua tim, setelah playoff Scudetto 1963/64 di Roma, yang kala itu dimenangkan Bologna 2-0.
Inter di Era Chivu: Tajam, Solid, Konsisten
Inter melangkah ke Supercoppa untuk ke-14 kalinya, dengan status pemuncak klasemen Serie A musim ini (33 poin dari 15 laga).
Sepanjang tahun kalender 2025, Inter telah meraih 38 kemenangan di semua kompetisi, hanya kalah dari rekor klub sendiri pada 2005 dan 2023.
Secara statistik musim ini (2025-26):
- 34 gol di Serie A 2025/26: terbaik di Serie A
- 51 gol di semua kompetisi (tanpa Club World Cup): tertinggi, sejajar Bologna
- 10 clean sheet sejak Agustus: terbanyak di Serie A
- Hanya Arsenal, Lyon, dan Crystal Palace yang lebih baik di Lima liga top Eropa
Inter bukan hanya tajam, tetapi juga sangat seimbang antara serangan dan pertahanan.
Lautaro Martinez: Raja Supercoppa
Nama Lautaro Martinez kembali jadi pusat perhatian. Kapten Inter itu:
- Pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Supercoppa (4 gol, sejajar Dybala)
- Satu-satunya pemain yang mencetak gol di empat edisi Supercoppa berbeda
- Sudah mencetak gol melawan tiga lawan berbeda di ajang ini (rekor)
Sejak datang ke Italia (2018/19), Lautaro juga menjadi salah satu dari dua pemain yang mampu mencetak gol dan assist dalam 19 pertandingan berbeda di semua kompetisi.
Melawan Bologna, Lautaro mencatat empat gol dalam delapan laga terakhir, meski gagal mencetak gol pada pertemuan Serie A terakhir April lalu, faktor yang bisa jadi motivasi tambahan.
Inter “Cooperativa del Gol”: Ancaman dari Semua Lini
Inter dikenal sebagai “cooperativa del gol”, julukan yang semakin relevan musim ini. Nerazzurri:
- Tim dengan pencetak gol terbanyak dari pemain berbeda dalam sejarah Supercoppa (23 pemain)
- 13 pemain berbeda sudah mencetak gol di Serie A musim ini (2025/26)
Beberapa fakta menarik lainnya:
- Inter dan Bologna adalah dua tim Serie A dengan cross sukses terbanyak dari open play
- Çalhanoglu terlibat langsung dalam 7 gol kontra Bologna (3 gol, 4 assist)
- Dimarco dan Barella masuk 3 besar kreator peluang terbanyak Serie A
- Gol tandang pertama Yann Bisseck untuk Inter tercipta kontra Bologna
- Stefan de Vrij tinggal satu penampilan lagi menyamai rekor Buffon dan Dejan Stankovic di Supercoppa
Semua ini menegaskan bahwa Inter tidak bergantung pada satu sosok saja, melainkan kekuatan kolektif yang merata di setiap lini.

Leave a Reply