Legenda AC Milan, Ruud Gullit, memberikan pandangannya soal peluang klub-klub Serie A di ajang Liga Champions musim ini.
Dalam analisisnya yang dilansir oleh VideoGamer, mantan bintang asal Belanda itu menilai hanya Inter Milan yang memiliki kapasitas dan konsistensi untuk melangkah jauh di kompetisi paling bergengsi antar klub Eropa tersebut.
Inter Milan, Satu-Satunya Harapan Italia di Eropa
Menurut Gullit, performa Inter Milan di bawah asuhan Cristian Chivu menunjukkan kematangan dan daya saing tinggi di level Eropa.
Meski sempat terseok-seok di awal musim Serie A, setelah kalah beruntun dari Udinese dan Juventus, Nerazzurri kini berhasil bangkit dan bahkan menduduki puncak klasemen sementara dengan 24 poin dari 11 laga.
Di Liga Champions, situasi jauh lebih mengesankan. Inter berhasil menyapu bersih empat laga pertama di fase liga dengan kemenangan, menunjukkan stabilitas dan efisiensi permainan yang membuat banyak pengamat menilai mereka sebagai wakil Italia paling siap di ajang ini.
“Inter tampil luar biasa musim lalu dan sangat konsisten. Menurut saya, mereka satu-satunya tim Italia yang benar-benar punya peluang,” ujar Gullit.
“Juventus sedang kesulitan, sementara Milan dan Roma belum berada di level yang sama,”
Gullit: “Uang Masih Jadi Faktor Penentu”
Gullit juga menyoroti faktor ekonomi sebagai alasan utama mengapa banyak klub Italia kesulitan bersaing dengan raksasa Premier League.
Menurutnya, dominasi finansial Inggris membuat para pemain terbaik dunia lebih memilih berkarier di sana.
“Pada akhirnya, semuanya tergantung pada seberapa besar uang yang bisa dibelanjakan klub-klub itu,” ujar pria berusia 63 tahun tersebut.
“Premier League berada di puncak, jadi para pemain terbaik lebih memilih ke sana.”
Klub Italia Lain Masih Goyah di Eropa
Selain Inter Milan, Italia masih memiliki tiga wakil lain di Liga Champions musim ini: Juventus, Napoli, dan Atalanta.
Namun, performa ketiganya belum meyakinkan:
- Juventus belum mencatat satu kemenangan pun setelah empat laga.
- Napoli baru mengoleksi empat poin dan kesulitan menjaga konsistensi.
- Atalanta, yang baru saja mengganti pelatih dari Ivan Juric ke Raffaele Palladino, juga masih mencari bentuk permainan terbaik setelah kepergian Gian Piero Gasperini.
Dengan kondisi tersebut, wajar bila Gullit menilai hanya Inter Milan yang memiliki keseimbangan antara pengalaman, kedalaman skuad, dan mentalitas kompetitif untuk bersaing dengan klub besar seperti Real Madrid, Manchester City, atau Bayern Munich.

Leave a Reply