Inter Milan kembali meraih kemenangan penting di Serie A setelah menaklukkan Cagliari dengan skor 2-0 di Sardegna Arena pada pekan ke-5.
Meski hasil akhir berpihak kepada Nerazzurri, laga tersebut tidak sepenuhnya berjalan mulus bagi pasukan Cristian Chivu.
Hal ini turut diamati oleh Mario Beretta, mantan pelatih yang pernah menangani Siena, dalam komentarnya kepada TuttoCagliari.net.
Inter Menentukan Hasil di Saat Tertekan
Beretta menyoroti bagaimana gol kedua Inter datang pada momen yang krusial.
Menurutnya, meski Nerazzurri tidak benar-benar terancam, mereka tengah berada di bawah tekanan kuat dari Cagliari.
“Kalau melihat hasilnya, tentu bagi Cagliari ini negatif. Tapi perlu diingat, gol kedua Inter terjadi di penghujung laga, tepat ketika mereka berada di bawah tekanan. Cagliari sedang mengerahkan tenaga besar untuk menyamakan kedudukan,” ujar Beretta.
Kondisi ini menunjukkan bahwa Inter Milan memiliki kemampuan untuk tetap efektif meski dalam situasi sulit, sebuah kualitas yang menjadi pembeda tim besar di level kompetisi tertinggi.
Apresiasi untuk Performa Cagliari
Meski kalah, Beretta menilai penampilan Cagliari patut diapresiasi. Ia menekankan bahwa Yerry Mina dan rekan-rekannya sebenarnya menjalankan strategi dengan cukup baik.
“Kalau kita melihat kekuatan yang ada di lapangan, Cagliari tetap tampil dengan cukup solid. Yerry Mina dan kawan-kawan sudah berusaha maksimal,” tambahnya.
Strategi Pisacane: Minimalkan Referensi untuk Lawan
Lebih jauh, Beretta menyinggung pendekatan taktik dari Fabio Pisacane, pelatih Cagliari.
Menurutnya, ada indikasi bahwa ide utama Pisacane adalah untuk tidak memberikan titik acuan jelas bagi Inter Milan dalam menyerang.
“Mungkin idenya Pisacane adalah untuk tidak memberi lawan titik referensi yang pasti. Dengan begitu, mereka bisa lebih sulit ditebak.”

Leave a Reply