Inter Layangkan Protes ke UEFA: Rumput Sintetis dan Suhu Ekstrem Bodo/Glimt Disebut Jadi Penyebab Cedera Lautaro

Ketegangan meningkat di kubu Inter Milan setelah kapten mereka, Lautaro Martinez, mengalami cedera betis dalam laga tandang melawan Bodo/Glimt di leg pertama play-off Liga Champions 2025-26.

Manajemen Nerazzurri dikabarkan melayangkan protes kepada UEFA, menyusul dugaan bahwa lapangan sintetis dan suhu beku ekstrem berkontribusi langsung terhadap cedera sang penyerang Argentina.

Menurut laporan Corriere dello Sport, hasil pemindaian medis memastikan Lautaro mengalami gangguan pada otot soleus kaki kiri.

Cedera ini datang di momen paling krusial musim, membuat Inter Milan kehilangan figur sentralnya dalam periode yang sangat menentukan.

Inter Milan Salahkan Kondisi Lapangan dan Cuaca Ekstrem

Inter Milan meyakini bahwa kombinasi rumput sintetis dan temperatur “kutub” saat pertandingan menjadi faktor risiko besar.

Bermain di atas permukaan buatan dengan suhu di bawah titik beku dinilai meningkatkan ketegangan otot dan risiko cedera, terutama bagi pemain yang mengandalkan akselerasi serta perubahan arah cepat seperti Lautaro.

Kemarahan klub pun tak hanya emosional, tetapi juga strategis. Dengan jadwal padat dan ambisi di berbagai kompetisi, kehilangan kapten utama jelas berdampak signifikan terhadap stabilitas tim.

Absen Empat Pekan, Inter Hadapi Periode Neraka

Perkiraan awal menyebut Lautaro akan menepi sekitar empat minggu. Artinya, ia berpotensi melewatkan setidaknya tujuh pertandingan penting:

  • Laga Serie A melawan Lecce, Genoa, Milan, dan Atalanta
  • Semifinal Coppa Italia leg pertama kontra Como
  • Leg kedua play-off Liga Champions kontra Bodo/Glimt
  • Potensi leg pertama babak 16 besar Liga Champions

Derby Milan pada 8 Maret pun hampir pasti terlalu cepat baginya untuk kembali.

Skenario paling optimistis menempatkannya siap tampil pada laga tandang ke Fiorentina akhir Maret. Namun dalam kemungkinan terburuk, ia baru pulih penuh setelah jeda internasional awal April.

Cedera ini datang ketika Inter memasuki fase paling menuntut musim: perburuan gelar Serie A dan perjalanan di kompetisi Eropa.

Tanpa Lautaro sebagai ujung tombak sekaligus pemimpin, pelatih harus memutar otak mencari solusi alternatif di lini depan.

Lebih dari sekadar kehilangan pemain, Inter Milan kini menghadapi ujian mental dan taktis. Protes terhadap UEFA mungkin tak mengubah keadaan, tetapi satu hal jelas: periode ini akan menjadi ujian karakter bagi Nerazzurri.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*