Kabar menggembirakan datang untuk para pendukung Inter Milan dan tim nasional Argentina.
Cedera yang dialami sang kapten, Lautaro Martinez, disebut tidak separah yang dikhawatirkan sebelumnya. Media Argentina memastikan bahwa sang striker diperkirakan kembali merumput dalam waktu 18 hari dan siap memperkuat Albiceleste akhir Maret mendatang.
Cedera Betis Saat Lawan Bodo/Glimt
Lautaro terpaksa meninggalkan lapangan lebih cepat saat Inter tampil di Liga Champions menghadapi Bodo/Glimt. Sang striker mengalami masalah pada otot betisnya, memicu kekhawatiran akan absen panjang di fase krusial musim ini.
Sebagai kapten dan mesin gol utama Nerazzurri, absennya Lautaro tentu menjadi pukulan telak. Ia bukan hanya top skor tim, tetapi juga simbol kepemimpinan di ruang ganti.
Namun, laporan dari TyC Sports membawa angin segar.
Terapi PRP dan Target Comeback 18 Hari
Menurut laporan tersebut, Lautaro akan menjalani terapi plasma kaya trombosit (PRP/Platelet-Rich Plasma), metode pemulihan modern yang kerap digunakan atlet elite untuk mempercepat penyembuhan cedera otot.
Dengan program terapi intensif, sang penyerang diprediksi bisa kembali berlatih dan tampil kompetitif dalam waktu sekitar 18 hari. Jika semua berjalan sesuai rencana, Lautaro bahkan memiliki dua pekan penuh untuk mengembalikan kondisi terbaiknya sebelum agenda internasional.
Ini tentu kabar yang melegakan bagi Inter, yang sedang memasuki fase penting di kompetisi domestik dan Eropa.
Fokus ke Finalissima: Argentina vs Spanyol
Target utama berikutnya adalah laga bergengsi “Finalissima” yang akan mempertemukan Argentina dengan Spanyol pada 27 Maret di Qatar. Duel ini mempertemukan juara Amerika Selatan melawan juara Eropa dalam satu pertandingan prestisius.
Bagi Argentina, kehadiran Lautaro hampir tak tergantikan. Ia adalah tandem utama di lini depan dan menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang tim nasional.
Dampak untuk Inter Milan
Dari perspektif Inter, kepastian bahwa cedera ini tidak serius adalah kabar vital. Klub memandang Lautaro sebagai pemain yang “untouchable” dan pilar utama dalam proyek jangka panjang.
Absennya selama kurang dari tiga pekan masih tergolong terkendali, terutama jika dibandingkan dengan potensi cedera otot serius yang bisa memakan waktu berbulan-bulan.
Kini, fokus utama adalah memastikan proses pemulihan berjalan tanpa risiko kambuh. Inter tentu tidak ingin terburu-buru memainkan kapten mereka sebelum benar-benar pulih 100 persen.

Leave a Reply