Harapan Inter Milan melaju ke babak 16 besar Liga Champions terguncang usai takluk 1-3 dari Bodø/Glimt pada leg pertama play-off, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB.
Bermain di suhu beku Norwegia dan di atas lapangan sintetis, pasukan asuhan Cristian Chivu kolaps di babak kedua setelah kebobolan Dua gol dalam rentang tiga menit.
Kekalahan ini membuat Inter Milan wajib menang dengan selisih minimal dua gol di leg kedua pekan depan di San Siro jika ingin menjaga asa lolos ke babak 16 besar.
Babak Pertama: Sempat Bangkit Usai Tertinggal
Sejak awal laga, perdebatan soal rumput sintetis dan suhu ekstrem menjadi latar yang membayangi Inter. Namun tuan rumah justru tampil lebih siap secara mental.
Gol pembuka datang dari gelandang Bodø/Glimt, Sondre Fet, yang melepaskan tembakan indah menaklukkan Yann Sommer. Inter sempat terlihat gugup dalam 20 menit pertama sebelum akhirnya menemukan ritme permainan.
Tak butuh waktu lama untuk merespons. Francesco Pio Esposito menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan skema apik: umpan silang Nicolo Barella ditanduk turun oleh Carlos Augusto dan diselesaikan Esposito dengan tenang.
Skor 1-1 bertahan hingga turun minum, meski Inter sempat menciptakan beberapa peluang tambahan yang belum cukup membahayakan gawang Nikita Haikin.
Babak Kedua: Tiga Menit yang Menghancurkan
Inter Milan sebenarnya membuka babak kedua dengan agresif. Lautaro Martinez nyaris membawa Nerazzurri unggul lewat tembakan yang membentur mistar. Tendangan bebas Carlos Augusto juga sempat ditepis Haikin.
Namun momentum itu sirna dalam sekejap.
Kesalahan Carlos Augusto dalam membangun serangan dimanfaatkan oleh mantan pemain Milan, Jens Petter Hauge, yang mencetak gol kedua untuk tuan rumah.
Belum sempat Inter Milan menata ulang permainan, tiga menit berselang Kasper Høgh menambah penderitaan lewat sontekan jarak dekat setelah kerja sama apik dengan Ole Blomberg. Skor berubah menjadi 3-1 dan mental Inter tampak runtuh.
Masalah Tambahan: Lautaro Cedera
Petaka belum berhenti. Lautaro Martinez terlihat memegangi betisnya dan akhirnya digantikan oleh Marcus Thuram. Pergantian ini tak memberi dampak signifikan.
Masuknya sejumlah pemain pengganti tidak mampu mengubah dinamika permainan. Inter kesulitan menembus pertahanan disiplin Bodø/Glimt, sementara tuan rumah nyaman menjaga keunggulan dua gol hingga peluit akhir berbunyi.
Analisis: Faktor Cuaca, Lapangan, atau Mental?
Banyak pihak menyoroti kondisi lapangan sintetis dan suhu ekstrem. Namun realitanya, kekalahan ini lebih disebabkan oleh:
- Kesalahan individu fatal di momen krusial
- Hilangnya fokus dalam transisi bertahan
- Minimnya respons taktis setelah gol kedua
- Penurunan intensitas fisik di pertengahan babak kedua
Inter sebenarnya memiliki kualitas untuk mengontrol laga, tetapi kurangnya konsistensi dan detail kecil menjadi pembeda di level Liga Champions.
Misi Mustahil? San Siro Jadi Penentu
Dengan defisit dua gol, Inter harus tampil sempurna di leg kedua. San Siro bisa menjadi faktor pembeda, namun tekanan juga akan jauh lebih besar.
Kabar kondisi Lautaro akan sangat menentukan. Tanpa sang kapten dalam kondisi terbaik, tugas membalikkan keadaan menjadi semakin berat.
Susuna Pemain
BODØ/GLIMT (4-3-3): 12 Haikin; 20 Sjøvold, 4 Bjørtuft, 6 Gundersen (5 Aleesami 90′), 15 Bjørkan; 26 Evjen, 7 Berg, 19 Brunstad Fet (25 Määttä 90′); 11 Blomberg (8 Auklend 78′), 9 Høgh (21 Helmersen 78′), 10 Hauge.
Pelatih: Kjetil Knutsen.
INTER (3-5-2): 1 Sommer; 25 Akanji, 15 Acerbi, 95 Bastoni; 36 Darmian (11 Luis Henrique 76′), 8 Sucic, 23 Barella (17 Diouf 90′), 22 Mkhitaryan (7 Zielinski 76′), 30 Carlos Augusto; 10 Lautaro (9 Thuram 61′), 94 Esposito (14 Bonny 76′).
Pelatih: Cristian Chivu.

Leave a Reply