Pelatih Bodø/Glimt: “Laga Sulit Melawan Inter, Detail-detail Kecil Bisa Menentukan”

Pelatih Bodø/Glimt, Kjetil Knutsen, mengirim pesan tegas jelang leg pertama play-off Liga Champions UEFA melawan Inter Milan, yang dijadwalkan kick-off pada Kamis (19/2/2026) pukul 03.00 WIB.

Dalam konferensi pers pra-pertandingan, Knutsen mengakui kualitas Nerazzurri sebagai salah satu kekuatan elite Eropa, namun menegaskan timnya siap memberikan perlawanan maksimal.

Pertandingan ini bukan sekadar laga besar bagi Bodø/Glimt, tetapi juga ujian kedewasaan bagi klub Norwegia yang terus berkembang di panggung internasional.

“Inter Tim Top Eropa, Punya Kualitas dan Sinisme”

Secara teknis, Knutsen menilai Inter Milan sebagai tim komplet dengan kualitas individu dan kolektif yang sangat tinggi.

“Ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Kami menghadapi tim yang sangat kuat. Inter adalah salah satu tim top Eropa, dengan kualitas baik secara individu maupun tim,” ujar Knutsen.

Ia juga menyoroti “sinisme” Inter — istilah yang merujuk pada kemampuan tim Italia dalam memanfaatkan momen kecil, membaca situasi krusial, dan menghukum kesalahan sekecil apa pun.

Menurutnya, laga akan berjalan ketat dan ditentukan oleh detail-detail kecil.

“Saya memperkirakan pertandingan yang seimbang dan keras, dan yang menentukan adalah detail-detail kecil,”

“Saya memiliki keyakinan besar bahwa situasi ini akan bertahan hingga pertandingan leg kedua di Milan,”

Cuaca Ekstrem Bukan Alasan

Bermain di suhu ekstrem Norwegia yang bisa mencapai minus 10 derajat Celsius tidak menjadi alasan bagi Bodø/Glimt untuk menurunkan standar permainan.

Knutsen menekankan pentingnya:

  • Mentalitas kerja keras
  • Disiplin kolektif
  • Identitas permainan sendiri
  • Ketahanan fisik

“Kami harus melakukan segala sesuatu dengan cara kami sendiri, sesuai dengan posisi kami. Kami harus memiliki kelompok yang lapar untuk bekerja, tidak peduli apakah suhunya minus sepuluh derajat atau bahkan lebih rendah, dan saya percaya kami telah melakukannya,”

Proses Belajar di Liga Champions

Knutsen juga mengakui bahwa partisipasi di Liga Champions adalah pengalaman pembelajaran besar bagi skuadnya.

Saat pertama kali masuk ke kompetisi elite Eropa, Bodø/Glimt masih minim pengalaman di level ini. Namun secara bertahap, mereka merasa mulai mencapai standar yang dibutuhkan.

“Saya pikir ini adalah pengalaman pembelajaran. Kami masuk ke Liga Champions benar-benar tanpa pengalaman di level ini,”

Baginya, laga melawan Inter, termasuk leg kedua di San Siro adalah ujian nyata untuk mengukur progres timnya.

Target utama bukan hanya hasil, tetapi mencapai “level yang tepat” dalam performa.

“Secara bertahap, saya merasa kami telah mencapai level tersebut. Tidak mengejutkan bahwa kami mulai mencapai level yang memadai, tetapi itu sangat memuaskan. Target besok adalah mampu mencapai level yang tepat,”

Sindiran Soal VAR dan Fair Play

Menariknya, Knutsen juga menyinggung polemik yang berkembang di Italia usai laga Inter vs Juventus.

Tanpa menyebut detail spesifik, ia menyoroti pentingnya penggunaan VAR untuk mencegah tindakan tidak sportif.

“VAR ada untuk mencegah terjadinya situasi yang tidak sportif. Saya berharap ini akan menjadi pertandingan yang adil. Trik-trik kotor mungkin membuahkan hasil saat ini, tetapi bukan seperti itu seharusnya sepak bola dimainkan,”

Meski demikian, ia tetap menghormati pengalaman Inter dan mengakui bahwa tim Italia akan memanfaatkan segala cara legal untuk menang.

“Saya pikir kami sudah siap menghadapi apa yang akan kami temui besok. Inter adalah tim berpengalaman dan tentu saja mereka memanfaatkan apa pun yang bisa mereka gunakan. Kami juga harus fokus pada bagaimana mengelola pertandingan dan sebisa mungkin tetap menjadi diri kami sendiri.” Pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*