Gelandang Bodø/Glimt, Patrick Berg memberikan pernyataan penuh respek jelang duel kontra Inter Milan di leg pertama play-off Liga Champions 2025-26.
Dalam wawancaranya bersama La Gazzetta dello Sport, Berg membahas kekuatan Inter, pemain yang paling ia waspadai, hingga target Bodø/Glimt di kompetisi elite Eropa tersebut.
Bodø dan Kenangan Spesial Lawan Klub Besar
Bodø/Glimt bukan tim yang bisa diremehkan ketika bermain di kandang. Banyak klub besar Eropa pernah kesulitan di sana. Salah satu momen paling ikonik terjadi saat mereka mengalahkan AS Roma pada 2022.
“Kemenangan melawan Roma pada tahun 2022 benar-benar spesial. Malam itu semuanya berjalan sempurna: energi, dukungan suporter, kerja sama tim. Kami bermain dengan kegembiraan dan keberanian. Itu menunjukkan bahwa kami bisa bersaing dengan klub besar ketika tampil di level terbaik,” ujar Berg.
Bahkan klub sekelas Manchester City pernah tumbang di Bodø. Berg menegaskan bahwa tidak ada satu rahasia khusus di balik performa tersebut.
“Lapangan sintetis mungkin bisa menjadi masalah, tapi itu bukan satu-satunya faktor. Kami adalah grup yang bekerja keras, dan pada hari itu Bodø memang tim yang lebih baik,”
Inter Salah Satu yang Terbaik di Dunia
Ketika ditanya soal Inter, Berg tak ragu memberikan pujian tinggi.
“Inter adalah salah satu tim terbaik di dunia. Ini akan menjadi tantangan besar bagi kami, tapi juga peluang fantastis. Jika kami bermain di level kami, kami bisa menyulitkan mereka,”
Pernyataan ini menunjukkan mentalitas percaya diri tanpa kehilangan rasa hormat terhadap kualitas Nerazzurri.
Lautaro dan Calhanoglu Jadi Ancaman Utama
Berg secara khusus menyoroti dua pemain Inter yang paling ia waspadai.
Ia menyebut Lautaro Martínez sebagai striker yang klinis dan cerdas dalam pergerakan. Selain itu, Hakan Calhanoglu dinilai memiliki kaki luar biasa serta mampu mengontrol tempo pertandingan.
“Lautaro sangat klinis dan bergerak dengan cerdas, Calhanoglu memiliki kemampuan mengolah bola yang fantastis dan mengontrol tempo pertandingan. Inter mungkin favorit, tetapi dalam sepak bola segalanya bisa terjadi,”
Kalimat itu menjadi peringatan bahwa meski Inter unggul di atas kertas, kejutan tetap mungkin tercipta.
Pujian untuk Pio Esposito dan Sorotan ke Strand
Berg juga menyinggung nama Francesco Pio Esposito yang pernah mencetak gol saat Italia mengalahkan Norwegia 4-1.
“Dia adalah talenta hebat,”
Selain itu, ia mengingatkan publik pada penyerang muda asal Bodø yang kini bermain di akademi Inter, Jonas Dahlberg Strand.
“Saya mengenalnya, dia patut diperhatikan,”
Target Bodø/Glimt di Liga Champions
Bagi Bodø/Glimt, partisipasi di Liga Champions adalah pengalaman baru yang penuh pembelajaran.
“Target kami adalah berkembang dan memberikan yang terbaik. Ini musim pertama kami, dan kami masih banyak yang harus dipelajari.”
Pendekatan realistis ini mencerminkan filosofi klub: berkembang secara bertahap sambil tetap kompetitif.

Leave a Reply