Bek Bodø/Glimt, Aleesami: “Kami Siap Tantang Inter di Cuaca Ekstrem”

Pertandingan leg pertama play-off Liga Champions 2025-26 antara Bodø/Glimt vs Inter Milan pada Kamis (19/2/2026) pukul 03.00 WIB dipastikan menghadirkan tantangan unik.

Bukan hanya soal kualitas tim, tetapi juga kondisi cuaca ekstrem dan lapangan sintetis yang menjadi ciri khas klub asal Norwegia tersebut.

Bek veteran Bodø/Glimt, Haitam Aleesami menyambut duel ini dengan penuh optimisme.

Aleesami Siap Tantang Inter Milan

Dalam wawancaranya, Aleesami menegaskan bahwa timnya siap menghadapi Inter Milan.

“Kami siap. Dibutuhkan konsentrasi tinggi. Saya memperkirakan pertandingan yang menarik melawan tim yang sangat memahami kompetisi ini,” ujar mantan pemain Palermo tersebut kepada Sky Sport.

Inter dikenal sebagai tim dengan pengalaman dan tradisi kuat di kompetisi Eropa. Namun, Bodø/Glimt memiliki senjata tersendiri ketika bermain di kandang.

Cuaca Ekstrem dan Lapangan Sintetis: Keuntungan Tuan Rumah?

Salah satu faktor yang tak bisa diabaikan adalah suhu dingin yang bisa mencapai minus 10 hingga minus 16 derajat Celsius. Ditambah lagi, pertandingan digelar di lapangan sintetis, sesuatu yang jarang ditemui tim-tim Serie A.

Aleesami menanggapi situasi ini dengan santai:

“Apakah kami bermain di suhu -10 atau -16 derajat? Benar. Apakah lapangan sintetis membuat pertandingan lebih spesial? Juga benar. Tetapi kedua tim memainkan olahraga yang sama,”

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Bodø/Glimt tak ingin menjadikan kondisi alam sebagai alasan, melainkan sebagai bagian dari identitas mereka.

Rekam Jejak Lawan Tim Italia

Bodø/Glimt bukan kali pertama menghadapi klub Italia dalam beberapa tahun terakhir. Pengalaman tersebut memberi mereka pelajaran berharga.

Aleesami mengenang pertemuan melawan Lazio, di mana para pemain lawan terlihat skeptis saat pemanasan karena kondisi lapangan. Sebaliknya, ketika menghadapi Juventus, pendekatan mental yang berbeda dari tim Italia itu membuat Bodø banyak belajar.

“Bermain di sini berbeda dibandingkan di negara lain. Saya ingat Lazio: para pemainnya saat pemanasan terlihat sedikit skeptis melihat kondisi lapangan. Sementara Juventus datang dengan mentalitas yang tepat, dan dari pertandingan itu kami belajar banyak.”

Inter Hadapi Ujian Mental dan Adaptasi

Bagi Inter, laga di Norwegia bukan hanya soal taktik, tetapi juga adaptasi. Menghadapi tim yang terbiasa bermain di suhu ekstrem dan lapangan sintetis membutuhkan kesiapan fisik dan mental ekstra.

Inter dikenal memiliki kedalaman skuad dan pengalaman di Liga Champions, namun Bodø/Glimt telah membuktikan bahwa kandang mereka bisa menjadi tempat yang sulit bagi tim-tim besar Eropa.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*