Lautaro Martinez Cetak 25 Gol di Liga Champions, Dekati Torehan Del Piero, Inzaghi, dan Shevchenko

Lautaro Martinez semakin menegaskan namanya dalam sejarah Inter Milan. Dengan koleksi 25 gol di UEFA Champions League bersama Nerazzurri, striker asal Argentina ini kini berada di posisi tertinggi di daftar pencetak gol klub Italia, hanya di bawah tiga legenda:

  • Alessandro Del Piero – 42 gol bersama Juventus
  • Filippo Inzaghi – 29 gol bersama AC Milan
  • Andriy Shevchenko – 29 gol bersama AC Milan

Lautaro: Dari Panggung Italia ke Puncak Eropa

Sejak bergabung dengan Inter Milan pada 2018, Lautaro tidak hanya menjadi andalan di lini depan, tetapi juga sosok yang konsisten di panggung Eropa.

Gol-golnya di Liga Champions telah membantu Nerazzurri bersaing di level tertinggi dan mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu striker paling produktif dari Argentina di Eropa.

Statistik 25 gol ini menempatkan Lautaro di peringkat keempat pencetak gol terbanyak pemain klub Italia di Liga Champions, sebuah prestasi luar biasa mengingat usianya yang masih relatif muda.

Mengincar Podium Legenda

Dengan hanya berselisih 4 gol dari Inzaghi dan Shevchenko, Lautaro kini memiliki target yang jelas: menembus podium pencetak gol Liga Champions terbanyak dari klub Italia.

Jika ia terus konsisten, musim-musim mendatang bisa membuatnya menyalip dua legenda Milan tersebut, meninggalkan jejak yang lebih dalam di sejarah Nerazzurri dan sepak bola Italia.

Konsistensi di level Eropa juga menunjukkan kematangan mental Lautaro, yang mampu tampil dalam pertandingan besar melawan klub-klub top Eropa, baik di babak grup maupun fase knockout.

Kontribusi Lautaro bagi Inter Milan

Selain mencetak gol, Lautaro dikenal dengan gerakan cerdas, kemampuan pressing, dan kerja sama dengan rekan setim seperti Nicolo Barella dan Joaquin Correa. Kombinasi ini membuat Inter menjadi tim yang sulit ditebak dan efektif di Liga Champions.

Setiap golnya tidak hanya menambah statistik pribadi, tetapi juga berkontribusi signifikan bagi misi Inter untuk bersaing di papan atas Eropa, terutama setelah perjalanan panjang klub di kompetisi ini sejak era Scudetto terakhir.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*