Cassano Bela Bastoni Usai Inter vs Juventus: “Interisti, Sambut Dia dengan Tepuk Tangan!”

Legenda kontroversial Italia, Antonio Cassano, kembali melontarkan pernyataan panas. Kali ini, ia membahas duel sengit antara Inter Milan vs Juventus, serta insiden yang melibatkan Alessandro Bastoni dan Pierre Kalulu.

Berbicara dalam program Viva el Futbol, Cassano tak hanya menganalisis taktik pertandingan, tetapi juga mengecam keras pihak-pihak yang menyerang Bastoni secara berlebihan setelah dugaan aksi diving di laga tersebut.

“Pertandingan Dimenangkan Chivu”

Menurut Cassano, laga Derby d’Italia itu berlangsung menarik dan penuh keberanian dari kedua tim. Ia bahkan menilai Juventus sebenarnya tidak pantas kalah.

Namun, satu faktor menjadi pembeda: keberanian taktik pelatih Inter, Cristian Chivu.

“Pertandingan yang indah, penuh keberanian dari kedua tim. Juventus tidak pantas kalah. Inter bermain bagus, meski tidak seindah beberapa laga terakhir mereka. Saya yakin, dan tidak ada yang bisa mengubah pikiran saya, pertandingan ini dimenangkan oleh Chivu,”

“Pada satu titik, dia menempatkan Calhanoglu dan Zielinski di tengah, dengan tiga penyerang di depan dan Douf di sisi kanan. Itu adalah formasi 4-2-4 milik Inter. Chivu menunjukkan keberanian dan dia mendapat ganjarannya,”

“Menurut saya, Juventus pantas menang bahkan saat bermain dengan 10 orang, dan saya katakan itu secara terbuka. Saya menyukai cara bermain dan keberanian mereka. Tapi Inter memenangkannya dengan empat penyerang yang dipasang pelatihnya. Juventus pantas menang, tetapi Chivu yang membawa pulang kemenangan,”

Ia juga memuji gol spektakuler Zielinski yang disebutnya memicu “ledakan luar biasa” dari stadion.

“Gol Zielinski luar biasa. Saya tidak tahu bagaimana rasanya di stadion, tetapi dari rumah saya mendengar gemuruh yang luar biasa,”

Soal Diving Bastoni: “Dia Salah, Tapi Jangat Dihujat”

Insiden antara Bastoni dan Kalulu menjadi salah satu momen paling diperdebatkan. Cassano mengakui bahwa bek Inter tersebut melakukan kesalahan dengan aksi yang dianggap diving.

“Bastoni melakukan kesalahan, dia melakukan diving. Kalau bertemu wasit lain, dia bisa saja mendapat kartu kuning kedua dan diusir. Dia memang salah,”

Cassano bahkan membandingkan dengan pengalamannya sendiri saat masih bermain untuk AS Roma, di mana ia pernah melakukan aksi serupa tanpa mendapat hujatan besar.

“Saya juga pernah melakukannya saat Roma vs Brescia. Wasitnya Tombolini, saya menjatuhkan diri di kotak penalti saat skor 2-2, itu saya lakukan sendiri. Lalu apa? Risiko ditanggung sendiri. Montella kemudian gagal mengeksekusi penalti. Saya rasa itu satu-satunya diving dalam hidup saya,”

Ia juga menyinggung kasus pemain seperti Pavel Nedved dan Milos Krasic yang pernah terlibat kontroversi tanpa “pengadilan media” masif.

“Bahkan Pavel Nedved misalnya, saat melawan saya di laga Juventus vs Roma, dia menjatuhkan diri, tapi tidak ada hujatan media. Milos Krasic juga sama, menjatuhkan diri dan tidak ada yang berkata apapun,”

Bahkan ia menyebut pengakuan Gianluigi Buffon terkait gol kontroversial Sulley Muntari beberapa tahun lalu sebagai contoh bagaimana standar sering kali berbeda.

“Gianluigi Buffon, teman kami yang saya hormati, pernah mengatakan sendiri bahwa dia tidak akan mengaku jika melihat bola Muntari sudah melewati garis. Saya kehilangan satu Scudetto karena itu,”

Kritik Pedas untuk Media dan Serangan Personal

Yang paling keras dari Cassano adalah kritiknya terhadap media dan pihak-pihak yang menyerang Bastoni secara personal.

Ia menyebut bahwa hujatan terhadap keluarga sang pemain adalah tindakan pengecut dan tidak bisa dibenarkan. Menurutnya, provokasi dari sejumlah figur publik justru memperkeruh suasana dan memicu kebencian di media sosial.

“Siapa pun yang menyerang Bastoni seharusnya malu. Mereka justru memancing para “singa keyboard”, ini benar-benar memalukan. Sekarang Juventus mau menghakimi Inter atau yang lain? Jangan begitu, karena kalian sudah membuat lebih banyak kerusakan daripada badai es,”

Cassano bahkan meminta para tifosi Inter untuk memberikan dukungan penuh saat Bastoni kembali bermain di San Siro.

“Orang-orang bodoh yang menghina Alessandro Bastoni dan keluarganya itu karena provokasi dari “empat idiot” di televisi Italia, pseudos-jurnalis dan politisi, yang seharusnya melakukan pekerjaan mereka dengan benar,”

“Bastoni memang salah, tapi jangan terlalu dibesar-besarkan,”

“Saya meminta para tifosi Inter untuk memberi aplaus dan pelukan pada Bastoni begitu dia kembali ke San Siro. Yang absurd adalah pelajaran moral yang dibuat oleh Juventus. Rocchi salah, La Penna salah, masalahnya ada dari atas (pepatah “ikan busuk dari kepala”). Tapi jangan lupa semua kesalahan dan “bencana” yang menguntungkan Juventus, sekarang semua terkejut seolah-olah mereka sempurna. Dan bagaimana dengan semua tim lain yang menangis dan kehilangan Scudetto?”

“Saya menghormati Giorgio Chiellini, dia pernah jatuh dan bahkan tidak disentuh. Jangan ganggu Bastoni, jangan buat dia terlihat seperti monster. Sebelum menghakimi, Juventus harus melihat urusan mereka sendiri dan apa yang telah mereka lakukan,”

Bastoni dan Tim Nasional Italia

Cassano juga mengecam wacana yang menyebut Bastoni tidak pantas dipanggil ke tim nasional setelah insiden tersebut. Baginya, itu adalah reaksi yang berlebihan.

“Siapa pun yang bilang Bastoni tidak pantas dipanggil ke tim nasional, itu juga memalukan. Lalu berapa banyak yang seharusnya dipanggil ke tim nasional? Mulai malam ini, Bastoni selamanya didukung oleh saya.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*